Sejarah Cagar Budaya Makam Syeikh Abdurrahman Khalidi di Kabupaten Tanah Datar

Sejarah Cagar Budaya Makam Syeikh Abdurrahman Khalidi di Kabupaten Tanah Datar (Foto: BPCB Sumbar)
Sejarah Cagar Budaya Makam Syeikh Abdurrahman Khalidi di Kabupaten Tanah Datar (Foto: BPCB Sumbar)

HALONUSA.COM  – Makam Syeikh Abdurrahman Khalidi menjadi salah satu cagar budaya tidak bergerak yang ada di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar).

Makam Syeikh Abdurrahman Khalidi tercatat sebagai cagar budaya di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar dengan nomor inventaris 66/BCB-TB/A/12/2011.

Bacaan Lainnya

Lokasi Makam Syeikh Abdurrahman Khalidi ini tepatnya berada di Jalan Peliang Laweh Dusun Tangah, Jorong Kumango Utara, Nagari Kumango, Kecamatan Sungai Tarab.

Secara astronomis, cagar budaya ini berada di titik: S 00˚ 23’ 15.7” E 100˚ 34’ 09.2”.

Sedangkan secara geografis, situs cagar budaya Makam Syeikh Abdurrahman Khalidi dataran 742 Mdpl.

Makam Syeikh Abdurrahman Khalidi ini memiliki luas bangunan 6,1 x 6,62 meter lahan 6,1 x 6,62 meter.

Relatif sulit, dari jalan desa terdekat hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua itupun dengan hati-hati karena jalan yang hanya untuk satu motor, masuk dari jalan desa terdekat masuk sekitar ±100 meter.

Pemilik Makam Syeikh Abdurrahman Khalidi adalah Masyarakat, dan dikelola oleh Bapak Syamsuar (Cucu dari Syeikh Abdurrahman Khalidi).

Sejarah atau Historis

Bahaudin Sanaq Sabandiah, sedangkan pelajaran silat diambil langsung di makam Rasulullah dengan gurunya Syekh Saman dan Nabi Qoidir.

Silat kumango sangat erat hubungannya dengan agama islam dam pengajian yang diamalkan yaitu tarekat Samaniyah yang falsafahnya dalam bahasa Minangkabau berbunyi , “silek lahia mancari kawan silek bathin mancari Tuhan “ yang artinya adalah secara lahiriah Silat Kumango bertujuan untuk mencari teman, bukan untuk mencari musuh. Berguna untuk bertahan apabila diserang oleh musuh.

Pos terkait