4 Bangunan Mangkrak di Padang, Mulai dari Masalah Perizinan hingga Sengketa Lahan

Ilustrasi apartemen. (Foto: Dok. Istimewa/rumah.com)
Ilustrasi apartemen. (Foto: Dok. Istimewa/rumah.com)

HALONUSA.COM – Sekitar 10 tahun, pemerintah baik Kota Padang atau Sumatera Barat (Sumbar) gencar mendukung pembangunan yang dilakukan investor dengan nilai yang fantastis.

Pembangunan tersebut terdiri dari hotel, rumah sakit dengan fasilitas nomor satu hingga mall yang terintegrasi dengan convention hall.

Namun seiring berjalan waktu, bangunan yang diprediksi akan mengubah ‘wajah’ Kota Padang itu urung terealisasi karena berbagai permasalahan, baik dari masalah perizinan ataupun indikasi sengketa lahan.

Bacaan Lainnya

Meski sudah berjalan hampir 10 tahun lamanya, perkembangan pembangunan tersebut belum berjalan lagi, bahkan terkesan ditinggalkan begitu saja.

Berikut daftar bangunan mangkrak di Padang yang berhasil dinukil Halonusa.com dari laman Sky Scraper City:

1. Padang Landmark Mall

Pembangunan Superblok yang disebut-sebut berada di bawah Lippo Group ini diproyeksikan ke dalam empat badan usaha.

Empat usaha tersebut Rumah Sakit (RS) Siloam, sekolah, hotel hingga pusat perbelanjaan.

Namun, pemerintah hanya merekomendasikan pembangunan hotel dan pusat perbelanjaan.

Padang Landmark Mall berlokasi di jalan Khatib Sulaiman dengan nilai investasi lebih dari Rp1 triliun.

Jika terealisasi, sebanyak 1.500 orang akan bisa bekerja di tempat tersebut.

Sejak mulai dibangun tahun 2015 silam, hingga sekarang belum ada kabar pembangunan yang sempat menjadi kontroversi oleh sebagian pihak ini dilanjutkan kembali.

2. Central Promenade Aston Padang

Bangunan ini sempat disebut-sebut sebagai ‘The First Condotel’ atau kondominium hotel pertama di Sumbar.

Berada di jalan Kampung Nias, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Central Promenade Aston dirancang untuk mendukung pembangunan Kota Padang.

Seperti, akomodasi, kuliner hingga fasilitas konferensi berstandar internasional.

Ground Breaking Ceremony bangunan ini sempat dibuka oleh Wakil Wali Kota (Wawako) Padang saat itu, Emzalmi pada Juni 2014 silam dengan target selesai tahun 2016.

Bangunan 13 tingkat tersebut memiliki 200 lebih kamar hotel, pusat kuliner dan convention centre.

Pos terkait