4 Bangunan Mangkrak di Padang, Mulai dari Masalah Perizinan hingga Sengketa Lahan

Ilustrasi apartemen. (Foto: Dok. Istimewa/rumah.com)
Ilustrasi apartemen. (Foto: Dok. Istimewa/rumah.com)

Berada di jalan Kampung Nias, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Central Promenade Aston dirancang untuk mendukung pembangunan Kota Padang.

Seperti, akomodasi, kuliner hingga fasilitas konferensi berstandar internasional.

Bacaan Lainnya

Ground Breaking Ceremony bangunan ini sempat dibuka oleh Wakil Wali Kota (Wawako) Padang saat itu, Emzalmi pada Juni 2014 silam dengan target selesai tahun 2016.

Bangunan 13 tingkat tersebut memiliki 200 lebih kamar hotel, pusat kuliner dan convention centre.

Namun, setelah delapan tahun berlalu, proyek yang ditaksir mencapai Rp300 miliar ini belum menunjukkan tanda-tanda akan kembali dilanjutkan pembangunannya.

3. Padang Green City

Padang Green City merupakan mahakarya Basko Group milik pengusaha asli Ranah Minang, Basrizal Koto.

Bangunan ini didirikan di lahan seluas 3,5 hektare dengan konsep superblok yang terdiri dari Shopping Mall, Hotel dan Convention Hall.

Proyek ini mulai digarap pada tahun 2013 silam dengan nilai investasi mencapai Rp1 triliun dengan lima lantai.

Padang Green City berlokasi di jalan Bypass, Kecamatan Kuranji.

Basrizal Koto selaku pemilik sempat mengatakan bahwa superblok itu akan jadi yang terbesar di Sumatera jika selesai dan bisa menampung tiga ribu pekerja.

Saat ini, belum ada kelanjutan dari pembangunan tersebut.

4. Minangkabau International Convention Centre (MICC)

Bangunan ini berada persis di sebelah TVRI Sumbar, jalan Bypass kilometer 16, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Pos terkait