4 Fakta Guru Ngaji di Padang Sodomi Bocah, Nomor 2 Mengejutkan

  • Whatsapp
Guru ngaji yang diduga melakukan sodomi ditangkap Tim Klewang Polresta Padang pada Jumat (19/11/2021) malam. (Foto: Dok. Polresta Padang)
Guru ngaji yang diduga melakukan sodomi ditangkap Tim Klewang Polresta Padang pada Jumat (19/11/2021) malam. (Foto: Dok. Polresta Padang)

HALONUSA.COM – Polisi menangkap M, 60 tahun, yang diduga melakukan tindakan sodomi terhadap sejumlah bocah di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Guru mengaji tersebut dibekuk oleh Tim Klewang Polresta Padang di kawasan Padang Timur pada Jumat (19/11/2021) malam usai dilaporkan oleh orang tua korban.

Bacaan Lainnya

“Korban menceritakan itu kepada orang tuanya, orang tuanya yang tidak terima kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi,” kata Kepala Unit (Kanit) Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Padang, Ipda Dwi Jatmiko kepada awak media, Sabtu (20/11/2021).

Berikut 4 fakta yang dirangkum Halonusa.com terkait aksi sodomi yang dilakukan M.

1. Guru Mengaji

M diketahui merupakan seorang guru mengaji di musala yang berada di salah satu kawasan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

“Informasinya kami tanya, profesinya guru mengaji,” kata Dwi Jatmiko.

Baca juga: Modus Guru Ngaji di Padang Cabuli Bocah Bawah Umur

Dwi mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah menerima tiga laporan polisi terkait kasus yang diduga dilakukan oleh sang ustaz.

“Yang jelas yang sudah melapor tiga orang, nanti (untuk) pengembangan pihak penyidik yah,” tuturnya.

2. Bangun Musala

Belakangan diketahui, M memiliki sebidang tanah yang ia peruntukkan untuk musala yang menjadi lokasi dia melakukan aksi sodomi terhadap sejumlah bocah.

“Jadi musala ini dibangun di tanahnya, namun dia tak tinggal di musala tersebut,” katanya.

Baca juga: Guru Ngaji di Padang Diduga Sodomi Sejumlah Anak di Bawah Umur

Dwi mengatakan, korban yang disodomi dilakukan dalam waktu berbeda-beda, namun dengan modus sama. Seperti berbelanja, jalan-jalan hingga memberikan uang.

“Sudah terjadi sepanjang Oktober 2021 ini, tidak tertutup adanya korban lain, namun ini masih dikembangkan tim penyidik,” katanya.

3. Main dan Belanja

Agar aksinya berjalan lancar, pelaku mengajak para korbannya diajak bermain-main terlebih dahulu sebelum disodomi.

Para korban yang masih anak-anak terperdaya dengan bujuk rayu sang guru mengaji lantaran selain diajak bermain, sejumlah bocah juga ditraktir belanja.

“Bahkan, korban diberi uang oleh pelaku,” kata Dwi.

4. Bukan Murid dan Beraksi di Musala

Ipda Dwi Jatmiko mengatakan, korban yang masih berusia belia tersebut bukan berasal dari peserta didik yang ia ajar mengaji.

“Anak-anak ini tidak mengaji di sana, sebagian hanya bermain-main, karena itu pelaku mengajak korban untuk mampir dan di sana aksinya dilakukan,” tuturnya.

Baca juga: Guru Mengaji di Padang Sodomi Bocah di Musala yang Dibangunnya

Dwi mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah menerima tiga laporan polisi terkait kasus yang diduga dilakukan oleh sang ustaz.

“Yang jelas yang sudah melapor tiga orang, nanti (untuk) pengembangan pihak penyidik yah,” tuturnya.

Pos terkait