4 Pelaku Pencurian Ditangkap Polresta Padang, Ada yang Menyerahkan Diri

4 Pelaku Pencurian Ditangkap Polresta Padang, Ada yang Menyerahkan Diri
Empat pelaku pencurian yang ditangkap Tim Klewang. (Foto: Dok. Polresta Padang)
HALONUSA.COM - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang 'mengamuk' sepanjang Senin (28/3/2022). Empat orang ditangkap sekaligus dalam sejumlah kasus, bahkan ada yang menyerahkan diri ke polisi.

Keempat pelaku tersebut berinisial EFL, 25 tahun, BP, 38 tahun, AS, 25 tahun, dan RM, 35 tahun.

EFL ditangkap Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang dalam kasus pencurian telepon seluler (ponsel) milik seorang perempuan yang sedang membeli lontong di kawasan Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.

"Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (4/3/2022) pagi di sebuah kedai lontong," kata Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polresta Padang, Kompol Dedy Adriansyah Putra, Selasa (29/3/2022) dalam keterangan tertulisnya.

Dedy mengatakan, ponsel korban dicuri oleh EFL di saat korban lupa mengambil ponselnya yang diletakkan di dalam saku motor.

"Pelaku yang mengetahui ponsel tersebut kemudian memanfaatkan momen tersebut dan membawa kabur ponsel milik korban," katanya.

Baca juga: Ponsel Pemuda asal Padang Ini Dicuri Perempuan yang Dikenal Melalui MiChat

Baca juga: Ngaku Pegawai KAI, Adek Cabiak Curi Ponsel Penjaga Palang Kereta Api di Padang

Kemudian, Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang menangkap BP di kawasan Banuaran Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung.

Pelaku yang berprofesi sebagai buruh bangunan tersebut mencuri sejumlah peralatan rumah tangga.

Tak tanggung-tanggung, BP mencuri satu kulkas, satu pompa air, satu mesin jahit dan dua tabung gas LPG.

"Pelaku mencuri peralatan tersebut di saat korban tak berada di rumah, aksi tersebut diketahui korban usai diberi tahu oleh tetangganya," ujar Dedy.

Selanjutnya, AS, 25 tahun dibekuk dalam kasus rudapaksa terhadap seorang pelajar salah satu sekolah kejuruan di Kota Padang.

Peristiwa tersebut terungkap di saat orang tua korban kehilangan anaknya yang tak kunjung pulang dari sekolah dan mencari buah hatinya melalui teman anaknya.

"Namun, saat orang tuanya bertemu dengan Satpam sekolah, Satpam itu mengaku bahwa anaknya tidak masuk sekolah hari itu," katanya.

Korban yang berusia 17 tahun tersebut akhirnya diketahui berada di kediaman pelaku.

"Karena anaknya tak kunjung pulang, orang tuanya melaporkan pelaku ke kami, diduga pelaku telah merudapaksa korban," ungkap Dedy.

Satu pelaku lain yang ditangkap polisi berinisial RM, 35 tahun. Dia diduga terlibat kasus penipuan jual-beli beras.

Kejadian bermula di saat korban melakukan kerjasama dengan pelaku pada tanggal 6 Desember 2019. Saat itu, pelaku mengambil beras sebanyak satu ton.

"Pelaku menjanjikan akan membayar setelah beras periode berikutnya datang, jumlahnya juga satu ton. Saat beras berikutnya datang, pelaku menjanjikan dalam beberapa hari, namun tak kunjung diberikan," katanya.

Baca juga: Pak Tua Ini Ditangkap Polisi di Padang, Kasusnya Memalukan

Baca juga: 4 Bapak-bapak di Padang Ini Lari Terbirit-birit Usai…

Pada bulan Januari 2020, sambung Dedy, korban kembali menjual keseluruhan beras sebanyak 300 ton dengan nilai mencapai Rp3,9 miliar. Pelaku baru membayar sebanyak Rp2.114.690.000 sehingga masih tersisa sebesar Rp1.785.310.000.

"Sisanya belum dibayar pelaku dengan alasan pandemi Covid-19, namun pelaku mau membayar sisa uang jika korban mau memasok beras lagi, namun korban menolak," ungkapnya.

Merasa tak ada itikad baik, korban pun melaporkan kasus penggelapan jual-beli beras dengan kerugian mencapai Rp1.785.310.000.

"Pelaku bisa kami tangkap setelah menyerahkan diri ke kami setelah sempat buron hampir tiga tahun lamanya," tutur Dedy.

Saat ini, keempat pelaku sudah ditahan di Polresta Padang dengan sejumlah barang bukti. (*)

Berita Lainnya

Index