4 Penjual Kulit Harimau Asal Sumbar Ditangkap di Riau, 1 Orang Wanita

4 Penjual Kulit Harimau Asal Sumbar Ditangkap di Riau, 1 Orang Wanita
Kulit harimau saat diamankan oleh tim gabungan yang terdiri dari Balai Besar KSDA Riau, Polda Riau dan Balai Gakkum Wilayah Sumatera Seksi Wilayah II, Jumat (24/9/2021). (Foto: IST)
HALONUSA.COM - Empat orang penjual kulit harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) asal Sumatera Barat (Sumbar), ditangkap di Riau.

Keempat pelaku tersebut diamankan pada Jumat (24/9/2021) pagi, oleh tim gabungan yang terdiri dari Balai Besar KSDA Riau, Polda Riau dan Balai Gakkum Wilayah Sumatera Seksi Wilayah II.

Satu dari empat pelaku yang ditangkap tersebut merupakan seorang wanita. Masing-masing pelaku berinisial M (wanita) dan tiga pria yakni S, SH dan R.

"Mereka diamankan tim gabungan Jumat pagi sekitar pukul 06.30 WIB," kata Plh Kepala BBKSDA Riau, Hartono, Jumat siang.

Para pelaku tersebut, kata Hartono, ditangkap di SPBU Simpang Kubang, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.

Penangkapan berawal dari adanya informasi dari masyarakat akan adanya transaksi perdagangan kulit harimau sumatera pada Sabtu (18/9/2021) pekan lalu.

"Untuk mematangkan informasi, tim Balai Besar KSDA Riau segera melakukan operasi pengumpulan bahan keterangan (pulbaket)," ujar Hartono.

Agar informasi betul-betul pasti, lebih kurang satu pekan, Tim Balai Besar KSDA Riau melakukan pendalaman hingga ke Dharmasraya, Sumbar.

Akhirnya, pada Kamis (23/9/2021) kemarin, tim Balai Besar KSDA Riau berhasil memastikan kepada pelaku untuk bisa melakukan transaksi kulit harimau di Kota Pekanbaru.

"Setelah diiyakan, Tim Balai Besar KSDA Riau langsung melakukan koordinasi dengan Polda Riau dan Balai Gakkum Wil Sumatera, Seksi Wilayah II," kata Hartono.

Hari ini, Jumat (24/9/2021) pagi sekitar pukul 06.30 WIB tim gabungan menangkap S, SH, R dan M, saat menunggu di SPBU Simpang Kubang, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.

"Saat diamankan disita satu kulit harimau, bersama empat pelaku dan satu unit kendaraan roda empat," jelas Hartono.

Para pelaku, lanjut Hartono, saat ini sedang ditahan di Mapolda Riau. Untuk selanjutnya dilakukan penyidikan oleh Tim Penyidik Polda Riau.

Hartono sangat mengapresiasi sinergitas dan kerjasama selama ini, karena dapat melakukan penanggulangan perdagangan satwa liar terutama satwa liar yang dilindungi ini.

"Apabila ingin melaporkan terkait gangguan terhadap kawasan konservasi ataupun kejahatan terhadap satwa liar yang dilindungi, harap hubungi kami di nomor 081374742981," pungkasnya. (*)

Berita Lainnya

Index