40 Pelaku Usaha di Nias Utara Ikuti Pelatihan Pemasaraan Destinasi Pariwisata

Kawasan Hutan Mangrove di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara yang merupakan salah satu andalan tujuan wisata di daerah tersebut, 12 Februari 2020 | Dokumen: Steen Harefa | Halonusa
Kawasan Hutan Mangrove di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara yang merupakan salah satu andalan tujuan wisata di daerah tersebut, 12 Februari 2020 | Dokumen: Steen Harefa

HALONUSA.COM – Untuk pengelolaan, pemasaran destinasi wisata terhadap desa wisata dan lokasi wisata yang menghasilkan pendapatan daerah. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Nias Utara menggelar pelatihan selama tiga hari kedepan.

Pelatihan tata kelola, bisnis dan pemasaran destinasi pariwisata tersebut dibuka Kamis (2/9/2021) di Aula Pantai Selancar Turedawola Desa Afulu, Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara dan pelatihan ini berakhir, Sabtu (4/9/2021).

“Tujuan pelatihan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi dan kemampuan para pengelola daya tarik wisata,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nias Utara, Bezisökhi Hulu di hadapan 40 peserta yang mengikuti pelatihan.

Bacaan Lainnya

Termasuk dalam tata pengelolaan desa wisata, destinasi pariwisata lainnya, seperti melakukan tata kelola bisnis, pemasaran terhadap destinasi wisata yang berpotensi dan belum berpontensi.

“Artinya kita di daerah harus benar-benar mampu mengelola destinasi wisata daerah kita, sehingga memiliki daya tarik tersendiri tidak hanya wisatawan domestik melainkan juga wisatawan mancanegara,” terang Bezisökhi Hulu.

Sementara Bupati Nias Utara menyampaikan, pariwisata salah satu faktor unggulan, memberi dampak positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.

“Pelaku usaha perlu lebih kreatif dengan mengoptimalkan pemasaran, baik secara digital marketing,” tutur Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Nias Utara, Folo’o Harefa mewakili bupati.

Sekdakab, Folo’ö Harefa melanjutkan, keberadaan sumber daya manusia (SDMO pariwisata perlu terlatih.

“Sumber daya manusia terlatih akan mampu mengenalkan, mempromosikan pariwisata Nias Utara secara tepat sasaran. Justru melalui pelatihan ini akan mendapat pengetahuan strategi marketing yang terpadu, profesional,” ungkap Folo’ö Harefa.

Tidak itu saja strategi ini pun akan diperkuat dengan mempelajari penggunaan media berbasis IT-BASE Marketing

“Semoga melalui pelatihan ini berdampak pertumbuhan ekonomi yang berbasis keunggulan sumber daya lokal,” tutupnya. (*)

Pos terkait