5 Fakta dan Misteri Lubang Jepang Bukittinggi, Ternyata Terhubung ke Jam Gadang

5 Fakta dan Misteri Lubang Jepang Bukittinggi, Ternyata Terhubung ke Jam Gadang
Lubang Japang Bukittinggi. (Foto: Youtube Rajo Tanameh)|Wisatawan Lubang Japang Bukittinggi. (Foto: Halonusa.com)|Dapur Penyiksaan Lubang Japang Bukittinggi. (Foto: Youtube Creative Hamdi)|Ngarai Sianok|Ilustrasi - Kerja paksa pada zaman penjajahan jepang
HALONUSA.COM - Jika kamu hobi berwisata sambil mencari sensasi horor, mungkin wisata Lubang Jepang yang ada di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), bisa menjadi rekomendasi.

Selain memiliki nilai sejarah mengenai perjuangan bangsa, Lobang Jepang juga konon katanya memiliki aura yang sangat menyeramkan, bahkan bisa membuat bulu kuduk merinding.

Lubang Jepang adalah salah satu sisa sejarah yang ditinggalkan Jepang di Provinsi Sumbar. Banyak cerita dan kisah para Jepang serta romusha yang kini menjadi tempat wisata itu.

Tempat itu terus dilestarikan oleh masyarakat sekitar dan pemerintah setempat meskipun Jepang sebagai penjajah di Ranah Minang ini telah angkat kaki.

Lubang Jepang ini sangat berarti bagi masyarakat Minangkabau. Lubang ini menjadi salah satu tempat wisata yang menarik banyak wisatawan lokal maupun asing.

Walaupun sudah mengalami berbagai renovasi, tapi ada beberapa ruangan yang masih memiliki tanah alami dari lubang zaman dahulu dan masih kokoh.
Baca juga: Lebih Tinggi Mana, Tugu Padang Area Simpang Haru atau Jam Gadang Bukittinggi?

Seperti yang diketahui, Lubang Jepang merupakan terowongan atau bunker pertahanan yang dahulu dipakai oleh Jepang di Bukittinggi, sekitar tahun 1942 silam.

Lubang ini pun menjadi salah satu yang menceritakan tentang kekejaman penjajah Jepang. Dua Lubang Jepang lainnya yang hampir sama, juga ada di Bandung dan Biak.

Sampai sekarang Lubah Jepang Bukittinggi ternyata masih banyak menyimpan misteri dan cerita horornya. Nah, di artikel ini, akan dibahas tentang fakta dan misteri Lubang Jepang Bukittinggi, seperti dikutip dari channel Youtube Creative Hamdi.

5 Fakta dan Cerita Misteri Lubang Jepang Bukittinggi


1. Lubang Terpanjang di Asia Tenggara

[caption id="attachment_42552" align="alignnone" width="400"]Wisatawan Lubang Japang Bukittinggi. (Foto: Halonusa.com) Wisatawan Lubang Japang Bukittinggi. (Foto: Halonusa.com)[/caption]

Lubang Jepang merupakan sebuah terowongan hasil dari galian yang dibuat oleh warga Indonesia yang ditawan dan dipaksa oleh Jepang supaya bekerja atau disebut juga dengan rumusha.

Proyek ini terjadi pada kisaran tahun 1942 untuk kepentingan pertahanan militer Jepang. Lubang Jepang diperkirakan memiliki panjang terowongan sekitar 1.400 meter, dengan lebar sekitar dua meter.

Menurut versi lain, Lubang Jepang ini memiliki panjang sekitar 80 km dan menjadi terowongan terpanjang di Asia Tenggara.

Mulanya, terowongan ini diperuntukkan untuk keperluan menyimpan perbekalan makanan militer Jepang. Namun lambat laun, Lubang Jepang memiliki fungsi lain seperti tempat pertemuan rahasia dan tempat pengintaian musuh.

Dalam Lubang Jepang tersebut terdapat 21 lorong kecil dengan berbagai fungsi, seperti ruang amunisi, lubang pelarian, lubang mata-mata, hingga ruang penjara.

Ada berapa pintu masuk ke Goa Jepang ini. Di antaranya terletak pada kawasan Ngarai Sianok dan Taman Panorama.

2. Pekerja Didatangkan dari Luar

[caption id="attachment_42558" align="alignnone" width="700"]Ilustrasi - Kerja paksa pada zaman penjajahan jepang. (FOTO/Het National Archief) Ilustrasi - Kerja paksa pada zaman penjajahan jepang. (FOTO/Het National Archief)[/caption]

Selain lokasinya yang strategis, Kota Bukittinggi dahulunya merupakan pusat pemerintah Sumatera Tengah.

Tanah Lubang Jepang ini merupakan jenis tanah yang jika bercampur air akan semakin kokoh.

Bahkan gempa yang mengguncang Sumbar pada tahun 2009 lalu, tidak banyak merusak struktur terowongan.

Diperkirakan puluhan sampai ratusan ribu tenaga kerja paksa atau rumusha dikerahkan dari Pulau Jawa, Sulawesi dan Kalimantan untuk menggali terowongan ini.

Pemilihan tenaga kerja dari luar daerah ini merupakan strategi Kolonial Jepang untuk menjaga kerahasiaan megaproyek ini.

Orang Jepang pun memberlakukan sistem kerja berkelompok dalam proses pembuatan lubangnya. Setiap kelompok berjumlah sekitar 15 orang diperintahkan bekerja keras hingga batas kemampuan mereka.

Setelah mereka meninggal karena kelelahan atau kelaparan, maka mereka akan dibuang.

3. Dapur Penyiksaan

[caption id="attachment_42555" align="alignnone" width="650"]Dapur Penyiksaan Lubang Japang Bukittinggi. (Foto: Youtube Creative Hamdi) Dapur Penyiksaan Lubang Japang Bukittinggi. (Foto: Youtube Creative Hamdi)[/caption]

Sebuah ruangan dengan luas sekitar 2 meter kali 1,5 meter, terdapat tulisan warna merah bertuliskan 'DAPUR'. Rupanya, dapur yang dimaksud bukanlah tempat memasak.

Di empat sisi dinding dapur terdapat guratan. Di tempat ini, ada dua lubang kecil yang memiliki fungsi yang berbeda.

Satu lubang di atas untuk pengintaian, dan satu lubang lagi di bawah yang kala itu difungsikan untuk membuang jenazah para pekerja paksa dan tawanan perang yang mati akibat kekejaman tentara Jepang.

Rupanya dapur Lubang Jepang ini bukanlah dapur pada umumnya. Melainkan tempat untuk penyiksaan para buruh paksa yang sakit atau para tawanan perang lalu dibuang ke Ngarai Sianok.

Tak bisa dibayangkan penyiksaan dan pembunuhan ribuan orang yang dilakukan oleh tentara Nippon. Tak ayal jika kita merinding saat berada di ruangan ini.

4. Tempat Pembuangan Tanah Galian

[caption id="attachment_42557" align="alignnone" width="640"]Ngarai Sianok Ngarai Sianok[/caption]

Banyak hal unik dari proses pembuatan Lubang Jepang ini. Tanah bekas galian Lubang Jepang tidak diketahui ke mana dibuangnya oleh masyarakat setempat pada waktu itu.

Masyarakat Bukittinggi hanya tahu bahwa ada Jepang yang sedang menjajah pada waktu itu. Tapi mereka tidak tahu bahwa Jepang sedang membuat terowongan di bawah Kota Bukittinggi.

Hal aneh lainnya, saat proses pembuatan Lubang Jepang yang bersih dan cepat ini adalah tanah galian. Tanah galian Jepang dalam pembuatan lubang ini tidak ditemukan saat proses penggaliannya.

Namun saat ditanyakan kepada pemuka masyarakat pada waktu itu, ada yang mengatakan bahwa tanah galian tersebut dibuang sedikit demi sedikit ke Ngarai yang airnya cukup deras.

5. Terowongan Terhubung Langsung ke Jam Gadang

[caption id="attachment_28295" align="alignnone" width="711"]Jam-Gadang-Bukittinggi Jam Gadang Bukittinggi. (Halonusa.com/Halbert Caniago)[/caption]

Pintu masuk Lubang Jepang terdapat di Taman Panorama Ngarai Sianok. Destinasi wisata populer di Bukittinggi ini lokasinya tak jauh dari ikon wisata Kota Bukittinggi, yaitu Jam Gadang.

Kira-kira berjalan kali 15 menit ke Jam Gadang, kita sudah bisa sampai ke Taman Panorama Ngarai Sianok.

Dari pintu masuk Taman Panorama, mudah sekali menemukan Lubang Jepang. Ada patung tentara Jepang sebagai penanda lokasi Lobang Jepang.

Sejarah Kota Bukittinggi di masa lalu memang tidak bisa dilepas dari masa pendudukan Jepang, tahun 1942 sampai dengan 1945.

Oleh Pemerintah Negeri Sakura kala itu, Bukittinggi dijadikan sebagai pusat pertahanan militer untuk kawasan Sumatera bahkan sampai Singapura dan Thailand. Jadi, Bukittinggi berkedudukan komandan militer ke-25 Jepang.

Seperti diketahui, panjang keseluruhan Lubang Jepang mencapai 80 km, namun yang dibuka untuk umum hanya sekitar 1,4 km.

Tidak banyak yang tahu, ternyata Lubang Jepang ada terowongan yang menuju ke arah Jam Gadang. Namun karena lubang yang kecil dan sangat minim oksigen, terowongan ini pun ditutup untuk umum.

Nah, itulah 5 fakta dan cerita misteri tentang Lubang Jepang yang ada di Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar). Semoga artikel ini bermanfaat. (*)

Berita Lainnya

Index