6 Pahlawan Asal Sumatera Barat

foto Bung Hatta
foto Bung Hatta

HALONUSA.COM – Hari Pahlawan akan kembali dikenang pada 10 November 2021 mendatang. Untuk mengingat jasa pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan, kita harus mengetahui deretan pahlawan.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang pahlawan yang berasal dari Sumatera Barat yang ikut berkorban demi kemerdekaan.

Berikut daftar enam pahlawan Sumatera Barat yang harus diketahui :

Bacaan Lainnya

1. Mohammad Hatta

Bung Hatta lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902 dan wafat di Jakarta pada 14 Maret 1980. Bung Hatta adalah pejuang kemerdekaan Indonesia, konseptor Pancasila dan UUD 1945 sekaligus proklamator kemerdekaan Republik Indonesia bersama Bung Karno.

Bung Hatta ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Kepres Nomor 84/TK/Tahun 2012 tanggal 7 November 2012. Sebelumnya, Presiden Soeharto menetapkan sebagai pahlawan proklamator melalui Kepres No. 081/TK/Tahun 1986.

2. Buya Hamka

Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) lahir di Nagari Sungai Batang, tepi Danau Maninjau, Agam pada 17 Februari 1908. Buya Hamka adalah ulama besar, pendidik, sastrawan dan pejuang kemerdekaan. Hamka adalah putra ulama besar Minangkabau Syekh Dr. Abdul Karim Amrullah. Selama hidup ia menulis 94 buku, termasuk Tafsir Al Azhar.

Buya Hamka wafat di RS Pertamina, Jakarta bertepatan dengan 22 Ramadan 1401 H, dalam usia 73 tahun 5 bulan. Buya dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta. Pada 2011, Presiden SBY mengangkat Buya Hamka sebagai pahlawan.

3. Sutan Sjahrir

Sutan Sjahrir lahir di Padang Panjang pada 5 Maret 1909 dari ayah keturunan Kotogadang, Agam dan ibu seorang bangsawan Melayu keturunan Minang. Sjahrir adalah pejuang pergerakan kemerdekaan sejak zaman kolonial, keluar masuk penjara karena perlawanan itu.

Di awal merdeka menjadi perdana menteri, memperjuangkan pengakuan kedaulatan RI sekaligus pencetus pertama politik bebas aktif. Sjahrir wafat pada 9 April 1966 dan langsung ditetapkan Presiden Sukarno sebagai pahlawan nasional melalui Kepres No.76 Tahun 1966 tertanggal 9 April 1966.

4. H. Agus Salim

Haji Agus Salim lahir dengan nama Masyhudul Haq di Koto Gadang, Agam, Sumatra Barat pada 8 Oktober 1884. Ia adalah sepupu dari ayah Sutan Sjahrir. Pria berjulukan The Grand Old Man, sudah terlibat perjuangan kemerdekaan sejak zaman Hindia Belanda.

Ia menguasai 7 bahasa asing dan terlibat aktif dalam diplomasi pengakuan kedaulatan RI di awal merdeka baik sebagai menteri luar negeri maupun diplomat. Haji Agus Salim wafat pada 4 November 1954. Presiden Sukarno menetapkannya sebagai pahlawan pasional pada 27 Desember 1961 melalui Keppres nomor 657 tahun 1961.

5. Tuanku Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol lahir di Bonjol, Pasaman, pada 1772. Tuanku Imam adalah salah seorang pimpinan Pasukan Padri melawan tentara Belanda. Di bawah kepemimpinannya kaum Padri berdamai dengan kaum adat dan kemudian bersama menghadapi Belanda.

Ia ditangkap Belanda saat dibawa berunding, kemudian diasingkan ke Sukabumi, Ambon dan kemudian ke Manado. Ia wafat pada 6 November 1864. Tuanku Imam Bonjol diangkat sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Soeharto berdasarkan Kepres Nomor 087/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973.

6. Mohammad Natsir

Mohammad Natsir Dt Sinaro Panjang lahir di Alahan Panjang, Solok dari orang tua asal Maninjau, Agam. Ayahnya Idris Sutan Saripado, pegawai pemerintah sempat bertugas di Alahan Panjang dan ibunya, Khadijah. Natsir menempuh pendidikan di Maninjau, Alahan Panjang, Padang dan Bandung. Pernah menjadi menteri penerangan. Saat memimpin Masyumi di parlemen RIS, Natsir melontarkan mosi kembali ke negara kesatuan.

Mosi Integral Natsir itu akhirnya diikuti parlemen dan semua negara bagian sehingga RIS bubar. Pada 6 Novemver 2008, Presiden SBY menetapkan Natsir sebagai pahlawan nasional melalui Keputusan Presiden NomorĀ 041/TK/TH.2008.

Pos terkait