6 Tutur Kata Minangkabau, Sarat Akan Makna Kehidupan

Collectie-Tropenmuseum-Groepsportret-Van-Een-Minangkabau-Familie-Halonusa-Ade-Yuandha(@Ade_Yuandha)
Kato Nan Ampek Dalam Aturan Bertutur Kata Masyarakat Miangkabau, Menjadi Tolak Ukur Keberadatan Seseorang (Foto: Collectie Tropenmuseum Groepsportret Van Een/Halonusa)

HALONUSA.COM – Minangkabau terkenal karena kekentalan adat dan budayanya, sastra lisannya hingga alamnya nan elok yang masih melekat dalam kehidupan masyarakat.

Di Minangkabau sendiri tutur kata menjadi hal yang begitu penting yang menjadi pembeda sudut pandang terhadap kultur dan kebudayaan itu sendiri.

Bacaan Lainnya

Dalam bertutur kata telah menjadi aturan-aturan tersendiri yang menjadi kebiasaan dan telah menjadi darah daging bagi masyarakat dalam tutur kata di Minangkabau,

Aturan tersebut tak lepas dari kata (kato) Kato Nan Ampek yang menjadi aturan dalam berkomunikasi bagi orang orang Minangkabau.

Kato nan ampek ini meliputi cara berbicara terhadap orang lebih tua, yang lebih kecil hingga teman sebaya. Kato Nan Ampek tersebut adalah Kato Mandaki, Kato Manurun, Kato Mandata, dan Kato Malereang.

Bertutur kata adalah salah satu bentuk sastra lisan Minangkabau yang berbentuk puisi dan berisi kalimat atau ungkapan yang mengandung pengertian yang dalam, luas, tepat, halus dan kiasan.

Termasuk juga petuah atau pepatah orang Minang yang sarat akan makna kehidupan yang terkenal degan tutur kata di Minagkabau yang baik dengan setiap katanya memiliki makna tersendiri dalam setiap perkataannya.

Apakah kamu perah mendengar pasambahan Minang? Kata yang tersampaikan penuh dengan intonasi yang khas dan penuh makna yang luar biasa.

Dalam kata-kata adat tersebut ada beberapa jenis kata yang sering terdengar bukan hanya di dalam acara adat saja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Pos terkait