71 Hewan di Sumbar Suspect PMK, Pasar Ternak Tutup Dua Minggu

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang sedang melakukan pengecekan hewan ternak
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang sedang melakukan pengecekan hewan ternak

HALONUSA.COM – Sebanyak 71 hewan ternak di Sumbar mengalami suspect penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Ini berdasarkan laporan masuk ke Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Sumatera Barat, Selasa (17/5/2022).

Selain itu terdapat 13 sapi positif wabah PMK dan terbaru terdapat dua daerah, yakni Kota Padang dan Solok.

Bacaan Lainnya

“Tidak semua kita ambil sampel dan gejala positif sudah 11 positif setelah hasil labor keluar,” kata Kepala Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Sumatera Barat (Sumbar), Erinaldi kepada Halonusa.com di ruang kerjanya.

Mengantisipasi penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak di Sumatera Barat, dinas akan menginstruksikan agar menutup Pasar Ternak selama dua minggu.

Alasan menutup pasar ternak hewan tersebut setelah melakukan tracking terhadap hewan ternak dan berdasarkan hasil laboratorium.

“Sumbernya dari pasar ternak setelah kami lacak, maka kami menyetop sementara laju transportasi hewan ternak yang masuk ke Sumbar,” tegasnya.

Erinaldi mengemukakan, dinas peternakan selama dua pekan menutup pasar. Melakukan pengawasan dan mengecek kembali sejumlah hewan ternak yang telah beredar di Sumatera Barat.

“Jadi sebelum lebaran Idul Adha itu semua hewan ternak sudah steril,” ungkapnya.

Sementara itu di daerah lainnya, seperti Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terdapat dua kasus PMK pertama.

Pemerintah daerah setempat menemukannya di Kecamatan Galur, Kabupaten Kulo Progo. Hal itu kata Kepala Dinas Pertanian DIY Sugeng Purwanto, Senin (16/5/2022).

Pos terkait