9 Orang yang Hadang Wanita di Padang Ternyata Depkolektor

Satu unit mobil Karimun yang dikendarai wanita diadang 9 pria di Simpang Presiden, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Kamis (20/01/2022). (Foto: Halbert)
Satu unit mobil Karimun yang dikendarai wanita diadang 9 pria di Simpang Presiden, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Kamis (20/01/2022). (Foto: Halbert)

HALONUSA.COM – 9 orang lelaki yang menghadang sebuah mobil Karimun di Simpang Presiden, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang pada Kamis (20/01/2022) ternyata benar depkolektor.

Humas PT Naga Tri Yuda Sakti, Adi Zipto menyatakan bahwa yang menghadang mobil tersebut adalah pihaknya.

Bacaan Lainnya

“Kami melakukan ini karena pemilik mobil sudah menunggak selama 7 bulan dan tidak ada itikad baik untuk membayarnya,” katanya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan beberapa upaya persuasif untuk menarik mobil yang dikredit oleh pemilik.

“Kami sudah melakukan upaya persuasif, tapi pemilik mobil ini tidak memiliki niat baik untuk membayar. Makanya kami temui seperti ini,” katanya.

Menurutnya, mobil tersebut mulai tidak dibayar sejak Juli 2021 lalu dan tidak memiliki niat untuk membayarnya.

Sebelumnya, Satu unit mobil merek Karimun sempat mengganggu aktifitas lalu lintas di Simpang Presiden, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Kamis (20/01/2022).

Mobil tersebut mengalami pecah ban sebeah kiri yang disuga dilakukan oleh segerombolan depkolektor dari salah satu perusahaan.

“Tadi saya sedang berkendara bersama teman dan dua mobil memepet kendaraan saya hingga sampai di sini,” kata pemilik mobil, Lisa Sofiani (42).

Saat sampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP), ia dihadang oleh 9 orang lelaki dan memaksanya turun dari mobil dengan nomor polisi BA 1097 WB.

“Saat mereka turun, mereka langsung memecahkan ban mobil saya dan bersikeras menyuruh saya turun,” lanjutnya.

Hingga polisi datang, ia mengaku tidak berani turun dari mobil dan ia mengaku diancam oleh beberapa orang tersebut.

“Saya berani keluar dari mobil saat polisi sudah sampai di sini dan saya merasa sangat takut sebelum polisi datang,” tutupnya.

Pos terkait