Advokat Didi Cahyadi Korban Penganiayaan Jadi Tersangka, Kapolri dan Jaksa Agung Belum Bertindak

  • Whatsapp
Koalisi Penegak Marwah Profesi Advokat saat mendatangi Kejaksaan Tinggi - Sumatera Barat - Halonusa
Koalisi Penegak Marwah Profesi Advokat saat mendatangi Kejaksaan Tinggi

HALONUSA.COM – Perkara dialami Didi Cahyadi Ningrat, korban pemukulan sekelompok orang di kawasan Kunangan Paritrantang, Kecamatan Kamangbaru, Kabupaten Sijunjung, Minggu (10/5/2020) kembali didesak secara hukum.

Bahkan Koalisi Penegak Marwah Profesi Advokat dengan mendatangi Mapolda Sumbar, Jalan Jenderal Sudirman, Padang, Rabu (28/4/2021). Advokat lintas organisasi di Sumatera Barat (Sumbar) sejak awal mendampingi hingga Rabu ini pun tidak tinggal diam.

Baru-baru ini pun mereka mendatangi pimpinan tertinggi di Polda Sumbar, Kejati Sumbar maupun Pengadilan Tinggi Padang. Sebab, korban Didi Cahyadi Ningrat dalam status sebagai tersangka dan pelimpahan berkas penyidikan telah dinyatakan lengkap (P-21). Hal itu dikemukakan para advokat saat di Mapolda Sumbar.

Menurut mereka pengangkaan terhadap Didi, sebagai pelaku tindak pidana merupakan penghinaan dab dinilai telah mencederai marwah profesi advokat. Sementara korban menjalankan tugas profesi advokat (penerima) yang dilakukan dengan itikad baik.

Baca juga: Rekonstruksi Perkara Penembakan Deki oleh Oknum Polisi Solok Selatan Dinilai Tak Mirip TKP

Koordinator Koalisi, Guntur Abdurrahman mengatakan, Didi ditetapkan sebagai tersangka penghinaan melanggar pasal 310 KUHP pada saat mencari keadilan atas peristiwa yang menimpanya dirinya yang saat itu sedang mendampingi kliennya.

Sementara terduga pelaku DMP hingga kini masih bebas atau tidak tersentuh hukum, jelas Guntur. Saksi dan alat bukti telah lengkap, sedangkan keterangan dari para saksi pun membenarkan pelaku merupakan atas suruhan DMP. Yang secara hukum telah melanggar pasal 170 Juncto Pasal 55 KUHP.

Sebab berdampak kekerasan oleh sekelompok orang atas suruhan DMP, seorang pengusaha kayu.

“Ia (korban-red) waktu itu sedang menjalankan tugas kemudian dianggap melanggar tindak pidana, ini sudah tidak benar. Mestinya rekan kami memperoleh perlakukan hukum dan keadilan,” tutur Guntur.

Koalisi Penegak Marwah Profesi Advokat ketika mendatangi Mapolda Sumbar - Didi Cahyadi - Halonusa - Advokat -Sumbar
Koalisi Penegak Marwah Profesi Advokat ketika mendatangi Mapolda Sumbar

Baca juga: Ribuan Guru Mendidik Siswa untuk Pesantren Ramadan

Koalisi Penegak Marwah Profesi Advokat pun meminta Kapolda Sumbar untuk mengusut tuntas dan memeriksa seluruh pelaku tindak kekerasan terhadap Didi Cahyadi, saat menjalankan profesinya.

“Kami mengantongi informasi itu lebih kurang 20 orang termasuk terduga pelaku DMP sebagai penyuruh,” ungkap Guntur.

Tidak itu saja, advokat ini pun meminta Jaksa Agung memerintahkan Kajari Sijunjung untuk menghentikan proses penuntutan terhadap rekan sejawat Didi Cahyadi Ningrat.

“Kami pun meminta Kapolri dan Jaksa Agung menindak tegas jajarannya yang terbukti tidak profesional menjalankan tugas dan kewenangan,” ucap Guntur saat di Mapolda Sumbar.

Didi bersama rekan-rekannya menjadi korban pemukulan usai melakukan pemasangan plang tanda batas hutan ulayat Nagari Sumpurkudus yang bersinggungan dengan perusahaan pengolahan kayu (Lisun) di kawasan Nagari Padangtarok, Kecamatan Kamangbaru.

Mantan Ketua P2TP2A Kabupaten Sijunjung itu terkapar bersimbah darah atas luka di bagian tubuhnya. Ia pun dilarikan ke puskesmas untuk penanganan medis.

Peristiwa dialami Didi telah dilaporkan ke pihak kepolisian setempat sebagai korban penganiayaan saat itu.

“Kami kawan-kawan advokat meminta perlakuan hukum yang adil dan penghormatan terhadap marwah profesi advokat,” tukuk Guntur Abdurrahman. (vn)

Pos terkait