Alasan Sakit Jiwa, Kasus Wanita Hina Al-Qur’an dan Bakar Merah Putih Dihentikan

Tangkapan layar video seorang perempuan menghina Alquran dan bendera Merah Putih
Tangkapan layar video seorang perempuan menghina Alquran dan bendera Merah Putih

HALONUSA.COM – Kembali santer di media sosial terkait video seorang perempuan menghina Al-Qur’an hingga membakar bendera merah putih.

Perempuan dalam video itu mengenakan penutup kepala berwarna putih menghina Al-Qur’an dengan kata-kata yang sangat tidak patut.

Sementara dari video lainnya dengan pemeran yang diduga perempuan yang sama, membakar bendera kebanggaan rakyat Indonesia, yakni bendera Merah Putih.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Moderasi Beragama Rambah Dunia Pendidikan, Kiai Yahya Cholil Staquf: Mandat Presiden RI

Dalam video, itu tersebut menyampaikan bahwa tidak menerima jika ada yang menyebut masyarakat Papua sebagai teroris.

Lantas menuding teroris yang sebenarnya adalah para mafia hukum.

Usut punya usut ternyata video unggahan akun Facebook bernama Ani itu sudah polisi tangani dan beredar sejak 2020.

Baca juga: Catatan Bhenz Maharajo: Supardi, dari Kursi STM ke Kursi Ketua Dewan

Sementara dari informasi ditangkap Halonusa dari Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono melalui pesan singkat, Kamis (1/7/2021).

“Sekaitan dengan video viral ini setelah dilakukan penyelidikan oleh Subdit I Pidum, ternyata adalah video tahun 2020 yang terjadi di wilayah hukum Polres Karawang dan sempat ditangani polres,” kata Rusdi Hartono.

Selain itu terungkap alasan dari polisi bahwa menutup kasus itu. Pasalnya sebut Rusdi, wanita yang ada di dalam video itu mengalami gangguan jiwa.

Baca juga: Audy Kembali untuk Milenial Manang

Ini sesuai dengan Pasal 44 KUHP. Berikut isi dari Pasal 44 KUHP ayat (1) berbunyi:

Barang siapa melakukan perbuatan yang tidak dapat dipertanggungkan kepadanya karena jiwanya cacat dalam pertumbuhan atau terganggu karena penyakit, tidak dipidana.

“Kasus dihentikan penyidikannya karena hasil observasi psikiatri terhadap pelaku diklasifikasikan mengidap penyakit kejiwaan (Pasal 44 KUHP),” tukuk Rusdi. (*)

Pos terkait