10 Masjid Tertua di Sumatera Barat, Ada yang Usianya Hampir 5 Abad

Kamis, 19 Januari 2023 | 19:00:23 WIB
Masjid Tuo Kayu Jao. (Foto: Santri Mbeling/Google Maps)|Masjid Raya Rao Rao. (Foto: Wikipedia Minangkabau)|Masjid Ummul Qura. (Foto: Wikipedia)|Masjid Raya Pariaman. (Foto: Rahmat Irfan Denas/Google Maps)|Masjid Jamik Taluak. (Foto: Yofan Syarif/Google Ma
HALONUSA.COM - Sumatera Barat (Sumbar), adalah provinsi yang memiliki sejarah panjang dengan perjalanan masuknya agama Islam di Indonesia.

Sumbar memiliki masjid-masjid bersejarah yang menjadi tempat beribadah serta penyebaran agama Islam secara masif di Minangkabau.

Tidak hanya menjadi tempat penyebaran dakwah, masjid-masjid di Sumatera Barat juga difungsikan untuk kegiatan umat lainnya.

Di antara banyaknya masjid yang ada di Sumatera Barat, ada beberapa masjid tersebut yang umurnya sudah mencapai ratusan tahun.

Nah, di artikel kali ini, akan dibahas tentang masjid tertua yang ada di Sumatera Barat, seperti dikutip dari channel Youtube Creative Hamdi.
Baca juga: 5 Fakta dan Misteri Lubang Jepang Bukittinggi, Ternyata Terhubung ke Jam Gadang

Berikut 10 Masjid Tertua di Sumatera Barat


10. Masjid Raya Rao Rao

[caption id="attachment_42656" align="alignnone" width="533"]Masjid Raya Rao Rao Masjid Raya Rao Rao. (Foto: Wikipedia Minangkabau)[/caption]

Masjid Raya Rao Rao adalah salah satu masjid tertua di Indonesia yang terletak di Nagari Rao-rao, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Masjid berarsitektur perpaduan Minangkabau dan Persia ini mulai dibangun pada tahun 1908 dengan beratap ijuk sebelum akhirnya diganti dengan seng.

Sejak berdirinya, masjid ini sempat mengalami kerusakan yang cukup berarti akibat gempa pada tahun 1926 dan terakhir pada tahun 2009. Namun sejak dibangun, masjid ini belum pernah dipugar secara besar besaran.

Renovasi yang pernah dilakukan hanya menara yang miring pada tahun 1975. Dan pergantian seluruh keramik lama dengan yang baru pada tahun 1990-an.

9. Masjid Ummul Qura

[caption id="attachment_42657" align="alignnone" width="533"]Masjid Ummul Qura Masjid Ummul Qura. (Foto: Wikipedia)[/caption]

Masjid Ummul Qura adalah sebuah masjid di Kabupaten Agam yang berdiri sejak tahun 1907. Masjid ini terletak pada sebuah desa yang bernama Bancah, di tepian Danau Maninjau.

Nama Ummul Qura berasal dari bahasa Arab yang berarti ibu negeri atau pusat nagari di desa Minangkabau.

Masjid ini berdiri sebelum masa kemerdekaan dan tepatnya pada tahun 1907. Menunjukkan usianya lebih dari 100 tahun.

Sampai saat ini, telah dilakukan berbagai renovasi, termasuk penggunaan keramik pada lantai tanpa mengubah bangunan aslinya.

8. Masjid Raya Pariaman

[caption id="attachment_42660" align="alignnone" width="533"]Masjid Raya Pariaman Masjid Raya Pariaman. (Foto: Rahmat Irfan Denas/Google Maps)[/caption]

Masjid Raya Pariaman atau Masjid Raya Nagari Pasar Pariaman terletak di Jalan Syekh Muhammad Djamil, Kampung Perak, Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat.

Masjid ini didirikan atas prakarsa seorang ulama bernama Syekh Muhammad Djamil. Pemerintah Indonesia telah menetapkan masjid ini sebagai benda cagar budaya di bawah Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3).

Kementerian Agama Republik Indonesia mencatat bahwa masjid ini didirikan pada tahun 1300 Hijriah atau sekitar tahun 1882 Masehi.

7. Masjid Jamik Taluak

[caption id="attachment_42662" align="alignnone" width="533"]Masjid Jamik Taluak Masjid Jamik Taluak. (Foto: Yofan Syarif/Google Maps)[/caption]

Masjid Raya Taluak adalah salah satu masjid tertua di Indonesia yang terletak di Nagari Taluak, Empat Suku, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Letak masjid ini dekat dengan perbatasan Kota Bukittinggi, sehingga juga dikenal dengan Masjid Jami Taluak Bukittinggi.

Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Haji Abdul Majid pada tahun 1860 yang pada mulanya hanya terbuat dari kayu, beratapkan ijuk.

Masjid ini sempat mengalami beberapa kerusakan cukup berarti akibat gempa. Seperti pada tahun 2007 yang mengakibatkan masjid ini rusak parah. Meski telah beberapa kali dilakukan perbaikan, keaslian masjid ini tetap dipertahankan.

Arsitektur yang dimiliki masjid ini secara keseluruhan dipengaruhi oleh corak Minangkabau. Pengaruh Arab datang kemudian dengan dibangunnya minaret lalu disusul dengan pembuatan fashaad.

Dengan arsitektur yang dimilikinya, masjid ini juga menjadi salah satu masjid yang paling banyak difoto selama masa Pemerintahan Hindia Belanda yang kini dikoleksi oleh museum di Amsterdam, Belanda.

6. Masjid Bingkudu

[caption id="attachment_42664" align="alignnone" width="602"]Masjid Bingkudu Masjid Bingkudu. (Foto: Kemdikbud)[/caption]

Masjid Bingkudu adalah salah satu masjid tertua di Indonesia yang didirikan oleh kaum Padri di tengah kecamuk perang Padri di Sumatera Barat, pada tahun 1823.

Masjid berarsitektur khas Minangkabau ini terletak di Jorong Bingkudu, Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Saat mulai didirikan, bangunan masjid ini terbuat dari bahan kayu. Mulai dari lantai, tiang, hingga dinding masjid.

Saat ini, selain digunakan sebagai aktivitas ibadah umat Islam dan sarana pendidikan agama bagi pelajar, Masjid Bingkudu juga digunakan sebagai kantor pusat tim koordinasi pemberantasan kemiskinan Jorong Bingkudu.

Masjid Bingkudu ini telah ditetapkan oleh Pemerintahan Kabupaten Agam sebagai cagar budaya pada tahun 1989. Pada tahun 1991, masjid ini mulai mengalami pemugaran secara keseluruhan.

5. Masjid Raya Ganting

[caption id="attachment_39018" align="alignnone" width="540"]Masjid Raya Ganting (Foto: Instagram sumbartravel) Masjid Raya Ganting (Foto: Instagram sumbartravel)[/caption]

Masjid Raya Ganting adalah masjid peninggalan abad ke-17 yang terletak di Kelurahan Ganting, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat.

Pada tahun 1790, dibangun masjid yang terbuat dari bahan kayu dan atap rumbia yang berlokasi di tepi Sungai Batang Arau. Namun kemudian dirobohkan Belanda untuk pembuatan jalan ke Pelabuhan Teluk Bayur.

Sebagai gantinya, pada tahun 1853 dirikan Masjid Raya Ganting yang memiliki gaya arsitektur Timur Tengah dan Eropa.

Masjid ini didirikan atas prakarsa tokoh masyarakat setempat. Pada tahun 1810 masjid ini dapat diselesaikan pembangunannya.

4. Surau Tuo Taram

[caption id="attachment_42666" align="alignnone" width="710"]Surau Tuo Taram Surau Tuo Taram. (Foto: Fuadi Zikri/Google Maps)[/caption]

Surau Tuo Taram terletak di Jorong Cubadak, Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Surau ini didirikan pada awal abad ke-17 oleh Syekh Ibrahim Mufti, seorang ulama penyebar Islam di Nagari Taram. Lokasinya berada di dekat Bukit Bulek.

Keberadaan surau ini berkaitan dengan figur Syekh Ibrahim Mufti atau memiliki julukan Beliau Keramat, yang merupakan murid Syekh Ahmad Qusyasyi di Medinah.

Setiba di Taram pada abad ke-17, Syekh Ibrahim Mufti mendirikan surau untuk mendukung kegiatan dakwahnya dalam penyebaran Islam.

Sejak didirikan Surau Taram tercatat telah mengalami sejumlah perbaikan bangunan. Surau yang berdiri saat ini merupakan hasil pemugaran dengan tetap mempertahankan bentuk arsitektur aslinya.

3. Masjid Raya Asasi

[caption id="attachment_21335" align="alignnone" width="556"]Sejarah Cagar Budaya Masjid Asasi di Kota Padang Panjang Masjid Asasi di Kota Padang Panjang (Foto: Dwithia.blogspot.com)[/caption]

Masjid Raya Asasi terletak di Nagari Sigando, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Masjid ini tercatat sebagai masjid tertua di Padang Panjang.

Arsitekturnya mengikuti bentuk masjid tradisional Minangkabau. Catatan kerapatan adat nagari menyebutkan, pembangunan Surau Gadang pendahulu Masjid Asasi dilakukan sekitar tahun 1770.

Sejak didirikan, konstruksi masjid tidak mengalami kerusakan berarti, walaupun dilanda gempa besar pada tahun 1926 dan pada tahun 2009.

Pemugaran yang dilakukan berupa pergantian atap ijuk dan dinding tanpa mengubah keaslian bentuk masjid.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan sebagai benda cagar budaya di bawah Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Sumatera Barat Riau dan Kepulauan Riau.

2. Masjid Raya Limo Kaum

[caption id="attachment_42667" align="alignnone" width="533"]Masjid Raya Limo Kaum Masjid Raya Limo Kaum. (Foto: Ego Arianto/Google Maps)[/caption]

Masjid Raya Limo Kaum adalah salah satu masjid tertua di Indonesia yang terletak di Nagari Limo Kaum, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Tidak diketahui pasti tahun berapa sebetulnya masjid ini didirikan. Meskipun demikian, cikal bakal keberadaan masjid ini berawal dari sebuah masjid di Nagari Limo Kaum yang didirikan pada pertengahan abad 17.

Pendirian masjid ini menyusul masuknya Islam ke dataran tinggi Minangkabau. Masjid ini terletak di Jorong Balai Batu dan masih berupa bangunan sederhana beralaskan batu tanpa dinding dan atap.

Pada waktu yang tidak diketahui, dibangun masjid pengganti di lokasi lain, yaitu di Jorong Tigo Tumpuak yang keberadaanya tidak bertahan lama karena kapasitasnya tak memadai.

Namun pada tahun 1710, di atas lokasi sebuah pagoda yang telah lama ditinggalkan penganutnya karena masuknya Islam, dibangunlah masjid yang kini dikenal sebagai Masjid Raya Limo Kaum.

1. Masjid Tuo Kayu Jao

[caption id="attachment_42668" align="alignnone" width="717"]Masjid Tuo Kayu Jao Masjid Tuo Kayu Jao. (Foto: Santri Mbeling/Google Maps)[/caption]

Masjid Tuo Kayu Jao berdiri sejak abad ke-16 dan menjadi bagian dari sejarah syiar Islam di Solok, Sumatera Barat.

Salah satu masjid tertua di Indonesia ini memadukan arsitektur Islam dan Minangkabau, berlokasi di Jalan Kampung Kayu Jao, Jorong Kayu Jao, Kenagarian Batang Barus, Gunung Talang, Kabupaten Solok. Masjid ini dibangun daerah perbukitan.

Masjid Tuo Kayu Jao mengiringi perkembangan dakwah Islam di Solok sejak ratusan tahun lalu. Dikutip dari laman Kemendikbud, pendiri Masjid Tuo Kayu Jao adalah dua tokoh pendakwah agama Islam di Solok.

Yakni Angku Masaur (Angku Masyhur) dan Angku Labai. Masjid ini didirikan pada tahun 1599 Masehi dan masih bertahan hingga kini.

Artinya, masjid ini telah berusia hampir 500 tahun atau 5 abad. Masjid ini juga masuk 10 besar sebagai masjid tertua di Indonesia.

Itulah 10 masjid tertua di Sumatera Barat (Sumbar). Semoga artikel ini bermanfaat. (*)

Tags

Terkini