6 Jembatan di Sumbar yang jadi Destinasi Wisata, Terbaru di Sungai Pisang Padang

Senin, 16 Januari 2023 | 12:34:08 WIB
Penampakan Kelok Sembilan dari ketinggian pada Senin (13/9/2021). (Foto: Diskominfo Sumbar)|Penampakan Jembatan Gantung Sungai Pisang yang sudah rampung (foto: Twitter PUPR)|Keindahan Jembatan Siti Nurbaya (foto: Fathia/Halonusa)|Jembatan Sungai Daerah Dh
HALONUSA.COM - Destinasi wisata di Sumatera Barat (Sumbar) tak hanya hadirkan kuliner serta pemandangan indah, bahkan juga ada jembatan.

Meskipun hanya sebagai tempat persinggahan untuk dilalui masyarakat, keindahan jembatan tersebut kerap kali membuat wisatawan ingin berhenti sejenak.

Cukup banyak masyarakat lokal dan wisatawan yang turut mengabadikan potret kenangan melalui ponsel mereka saat melewati destinasi wisata jembatan, di wilayah Sumbar tersebut.

Pada artikel ini, Halonusa.com akan merangkum 6 jembatan populer di Sumbar yang kerap kali dijadikan objek wisata dan tempat pemberhentian sejenak bagi para pelancong.

Barangkali, jika kamu ada perencanaan liburan ke sana, dapat mengunjungi jembatan tersebut dan mengabadikan momen melalui sebuah potret kenangan bersama ayang atau keluarga yang tersayang.

6 Jembatan di Sumbar yang jadi Destinasi Wisata


1. Jembatan Gantung Sungai Pisang

[caption id="attachment_42232" align="alignnone" width="1044"]Jembatan Gantung Sungai Pisang Penampakan Jembatan Gantung Sungai Pisang yang sudah rampung (foto: Twitter PUPR)[/caption]

Jembatan Gantung Sungai Pisang di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, baru merampungkan pembangunannya sejak Desember 2022.

Sejak selesai dibangun, jembatan ini ramai dikunjungi dan menjadi objek wisata baru. Sebab, jembatan warna-warni tersebut memiliki tampilan yang estetik.

Pembangunan jembatan di area tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas dan membantu infrastruktur antar desa, karena kondisi geografis setempat.

Sementara kawasan sungai Pisang sendiri berbatasan langsung dengan Pesisir Selatan, di mana banyak nelayan yang menangkap ikan di laut tidak terbatas itu.

Tidak hanya digunakan sebagai sarana untuk membawa hasil tangkapan ikan di laut, Jembatan Gantung Sungai Pisang juga jadi akses menuju beberapa tempat wisata.

Seperti ke Pulau Pasumpahan, Pulau Pamutusan, dan Pulau Sikuai. Di mana di dekat jembatan, terdapat dermaga tempat penambatan kapal serta perahu sampan.

Sebelumnya, Jembatan Gantung Sungai Pisang mulai dibangun pada April 2022 dan selesai Desember 2022 yang tidak boleh dilalui kendaraan roda 4 kecuali mendesak.

2. Jembatan Siti Nurbaya

[caption id="attachment_42234" align="alignnone" width="900"]Jembatan Siti Nurbaya Keindahan Jembatan Siti Nurbaya (foto: Fathia/Halonusa)[/caption]

Terletak di Jalan Kampung Batu, Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Jembatan Siti Nurbaya memiliki legenda percintaan kasih tak sampai di tahun 1922.

Siti Nurbaya merupakan suatu tokoh lokal yang dikenal luas secara nasional, sosok cerita dalam bentuk novel yang ditulis oleh Marah Rusli ini bahkan diabadikan dalam nama jembatan.

Jembatan Siti Nurbaya mulai dibangun sejak 1995 dan selesai pada 2002, di mana di bawahnya terdapat pemandangan air dan perahu yang indah dipandangi sembari melihat matahari terbenam.

Jembatan Siti Nurbaya adalah tempat anak muda hingga setengah baya menghabiskan sisa harinya, pemandangan sore dan malam di jembatan ini sangat cocok untuk melepaskan penat setelah bekerja seharian.

3. Jembatan Sungai Dareh Dharmasraya

[caption id="attachment_42236" align="alignnone" width="880"]Jembatan Sungai Daerah Dharmasraya Jembatan Sungai Daerah Dharmasraya (foto: PUPR)[/caption]

Keberadaan Jembatan Sungai Dareh Dharmasraya diharapkan mampu meningkatkan konektivitas jaringan jalan antara Provinsi Sumatera Barat dan Jambi.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangannya saat hadiri peresmian Masjid Agung Dharmasraya, awal Januari 2023.

"Setelah melakukan berbagai upaya untuk dapat menyelesaikannya, alhamdulillah sekarang sudah berfungsi dengan baik,” kata Menteri Basuki melansir situs resmi PUPR.

Sementara, menurut Kepala BPJN Sumatera Barat Syah Putra A Gani, pembangunannya telah berlangsung sejak 2015 hingga 2018 dan menghabiskan biaya Rp93 miliar.

Jembatan ini juga menjadi salah satu objek wisata baru di Dharmasraya. Sebab, desain bangunan jembatan itu cukup menarik perhatian setiap pengendara yang lewat.

4. Jembatan Kelok Sembilan

[caption id="attachment_10510" align="alignnone" width="677"]Penampakan Kelok Sembilan dari ketinggian pada Senin (13/9/2021). Penampakan Kelok Sembilan dari ketinggian pada Senin (13/9/2021). (Foto: Diskominfo Sumbar)[/caption]

Pembuatan Jembatan Kelok Sembilan yang miring, dimaksudkan agar kendaraan tidak terlalu sulit melalui jalur tanjakan mendaki dan menurun yang terjal.

Pembangunannya telah berlangsung sejak 1908–1914 masa pemerintahan Hindia Belanda, yang memanjang melintasi Bukit Barisan dengan lebar 5M dan tinggi sekitar 80M.

Jembatan ini terletak di Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, sekitar 25 kilometer dari kota Payakumbuh ke arah Pekanbaru.

Kelok Sembilan ini juga menjadi tempat wisata. Ramai pengendara yang berhenti sejenak di Kelok Sembilan, untuk mengabadikan foto dengan latar jembatan dengan desain menakjubkan tersebut.

5. Jembatan Limpapeh Bukittinggi

[caption id="attachment_42242" align="alignnone" width="900"]Jembatan Limpapeh Bukittinggi Jembatan Limpapeh Bukittinggi (foto: wikipedia sbamueller)[/caption]

Letak Jembatan Limpapeh Bukittinggi berada di atas Jalan Ahmad Yani, Benteng Ps. Atas, Kec. Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Dengan panjang 90 meter dan lebar 3,8 meter, Jembatan Limpapeh ini juga jadi ikon kebanggaan Kota Bukittinggi yang dibangun sejak 1995 selain Jam Gadang.

Jembatan ini menghubungkan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan dengan Benteng Fort de Kock, terdapat juga desain gonjong di bagian ujung menggunakan kayu sebagai landasan.

6. Jembatan Akar Pesisir Selatan

[caption id="attachment_42243" align="alignnone" width="800"]Jembatan Akar Pesisir Selatan Jembatan Akar Pesisir Selatan (foto: wikimedia)[/caption]

Jembatan sepanjang 25 meter dan lebar 1,5 meter ini, berada di ketinggian 10 meter diatas permukaan sungai yang hanya bisa dilalui pejalan kaki.

Bahkan, demi keselamatan pelancong, pengelola Jembatan Akar Pesisir Selatan yang awalnya terbentuk dari fenomena alam ini, kemudian menambah tali baja sebagai penyangga agar lebih kuat.

Sejarah mencatat jika jembatan ini mulai dibentuk pada tahun 1890 dan dapat digunakan pada tahun 1916, dimana butuh waktu 26 tahun agar terjadi penyatuan di antara pepohonan.

Kamu dapat mengunjungi Puluik Puluik, Kec. IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar dari pukul 08.00 hingga 18.00 WIB saja.

Itulah 6 jembatan di Sumatera Barat yang menjadi destinasi wisata. Semoga artikel ini bermanfaat. (*)

Tags

Terkini