Alasan Orang Minang Banyak Merantau

Selasa, 08 Maret 2022 | 21:10:25 WIB
Ilustrasi Merantau
HALONUSA.COM - Selain memiliki masakan terenak di dunia, Minangkabau juga memiliki sebuah budaya yang tidak kalah menarik. Yaitu Marantau atau merantau.

Merantau di Minangkabau merupakan sebuah keharusan bagi seorang anak laki-laki yang telah dewasa.

Hal tersebut masih terus dilakukan hingga saat ini. Bahkan, saat ini tidak hanya lelaki, perempuan juga sudah bepergian untuk merantau.

Sejak zaman dahulu, setiap pemuda Minang yang sudah cukup umur maka mereka akan pergi merantau meninggalkan kampung halaman dan merantau ke daerah-daerah yang mereka tuju.

Pergi merantau bukan berarti melupakan kampung halamannya begitu saja. Mereka sangat mencintai tanah kelahirannya, meskipun pergi merantau ke daerah yang baru.

Selain itu pergi merantau bukan berarti lari dari kehidupan yang sesungguhnya. Merantau bagi orang minangkabau sebagian besar mereka berdagang, menuntut ilmu.

Tak jarang dari orang minangkabau melahirkan orang yang berpengaruh di Indonesia. Contohnya saja adalah Mohammad Hatta, Buya Hamka, Tan Malaka, Muhammad Natsir, Sutan syahrir, dan Haji Agus Salim. Mereka adalah orang-orang yang berpengaruh di Indonesia.

Kebudaayaan orang minangkabau tentunya sangat lekat pada dirinya meskipun mereka berada di rantau orang.

Selain itu Minangkabau memiliki sebuah falsafah yang berbunyi:

Karakau madang di hulu

Babuah babungo balun

Marantau bujang dahulu

Di kampuang baguno balun

( Karakau madang di hulu)

Berbuah berbunga belum

Merantau bujang dahulu

Di kampung berguna belum

Orang minang di rantau biasanya dapat hidup berdampingan dengan masyarakat lainya meskipun berbeda suku,etnis, budaya dan agama. Mereka dapat di terima oleh masyakat setempat. Karena orang minang memiliki cara komunikasi yang baik dan menyenangkan.

Sebagimana pepatah minang “ Dima bumi di pijak, disinan langik di junjuang”

“dimana bumi di pijak, disana langit dijunjung”

Yang artinya dimanapun kita hidup dan tinggal maka segala peraturan baik itu peraturan secara tertulis maupun peraturan adat istiadat setempat harus dipatuhi dan di junjung tinggi. Pepatah inilah yang selalu melekat pada orang minang, sehingga mereka dapat di tinggal dimanapun mereka berada.

Jika kamu ingin merantau maka merantau maka belajarlah filosofi orang minang yang sukses di rantau. Dengan selalu memegang teguh kebudayaan dan menghormati segala peraturan yang berlaku di suatu tempat.

Tags

Terkini