Honda Hayati Bagikan Tips Berkendara yang Aman untuk Kaum Hawa

Senin, 27 Maret 2023 | 15:37:07 WIB
PT Hayati Pratama Mandiri (HPM) selaku main dealer sepeda motor Honda Sumbar membagikan tips berkendara dengan aman dan nyaman terutama untuk kaum hawa. (Foto: Honda Hayati)
HALONUSA.COM - Sepeda motor merupakan kendaraan roda dua yang memliki peran yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia.

Bagamaimana tidak dengan segala kemudahan yang ditawarkan oleh sepeda motor untuk membantu mobilisasi setiap orang dari satu tempat ke tempat lain.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Indonesia di laman https://www.bps.go.id/ pada tahun 2020 terdapat 115.023.039 (seratus lima belas juta dua puluh tiga ribu tiga puluh sembilan) jumlah kendaraan sepeda motor di Indonesia.

Artinya, hampir sebagian masyarakat di Indonesia masih mengandalkan sepeda motor untuk kegiatan sehari hari. Pengguna sepeda motor tak terbatas hanya kaum pria, namun pengguna sepeda motor tidak memandang jenis kelamin.

Banyak kaum hawa saat ini juga mengandalkan sepeda motor untuk kegiatan sehari-hari baik untuk kebutuhan pekerjaan atau hanya sekedar jalan-jalan.

Namun karena karena kemudahan yang ditawarkan oleh sepeda motor banyak yang abai terhadap keselamatan penggunaan sepeda motor itu sendiri maupun orang lain di sekitarnya.

PT Hayati Pratama Mandiri (HPM) selaku Main Dealer Sepeda Motor Honda Sumbar membagikan tips berkendara dengan aman dan nyaman terutama untuk kaum hawa yang menggunakan sepeda motor.

Febriadi selaku Spv. Safety Riding, Community & Motosport juga sekaligus Instruktur Safety Riding PT HPM mengungkapkan pengguna sepeda motor saat ini tak hanya kaum pria namun kaum hawa pun juga memilih sepeda motor sebagai alat untuk mempermudah mereka bergerak dari tempat satu ke tempat lain.

“Dengan banyaknya berita di media baik media social maupun media konvensional yang mengungkapkan banyak kaum hawa yang rentan terlibat kecelakaan baik kecelakaan tunggal atau melibatkan orang lain, kami akan bagikan tips agar berkendara secara aman dan nyaman dan tetap kece saat berkendara,” kata Adi.

Pertama, sebelum berkendara kenali fitur dan karakter kendaraan yang digunakan. Dikarenakan masih banyak pengendara yang belum mengenal secara utuh karakter kendaraan yang dikendarai.

Semisal sepeda motor skutik yang menggunakan transmisi otomatis di mana pengendara harus paham bagaimana mengoprasikan kendaraan tersebut baik di jalan datar sampai jalan yang memiliki kontur tanjakan dan turunan. Ditambah lagi beberapa fitur yang disematkan dikeluaran motor terbaru juga harus dipahami.

Selanjutnya, patuhilah rambu-rambu lalu lintas atau aturan di jalan raya. Dikarenakan aturan di jalan raya tidak memandang jenis kelamin, artinya setiap pengguna jalan raya harus taat dan tunduk terhadap aturan tersebut.

Kemudian, saat berkendara hendaknya menggunakan perlengakapan berkendara secara utuh, seperti helm standar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang dan sepatu.

Dan tidak direkomendasikan menggunakan rok pendek yang tidak melindungi kulit secara utuh, juga penggunaan rok panjang yang dan lebar sehingga bisa berpotensi nyangkut di bagian sepeda motor ataupun penggunaan rok yang ketat sehingga menghambat ruang gerak saat berkendara.

Juga banyak pengendara dari kaum hawa saat ini berkendara di siang hari memegang kemudi dengan terbalik dikarenakan berbagai alasan, salah satunya agar tidak terpapar cahaya matahari secara lansung yang membuat kulit terbakar.

Untuk diketahui itulah pentingnya penggunaan sarung tangan selain melindungi tangan dan jari saat terjadi kecelakaan juga melindungi tangan agar tidak terpapar matahari secara lansung.

Di kesempatan lain, Mirda Aimy selaku Instruktur safety Riding Wanita Astra Honda Motor juga mengungkapkan banyak pengendara wanita yang berkendara namun mengabaikan keselamatan dan keamanan saat berkendara.

Seperti pengendara wanita yang menggunakan hijab namun tidak disimpul dengan rapi ataupun rambut yang tergerai sehingga hijab atau rambut tersebut bisa saja ketika terterpa angin berpotensi menutupi pandangan pengendara.

“Selain itu penggunaan high heels atau sepatu hak tinggi yang juga tidak disarankan, karena saat kendaraan stop and go bisa menyebabkan kehilangan keseimbangan dikarenakan kaki yang tidak menapak secara utuh,” tutup Mirda. (*)

Tags

Terkini