Andre Rosiade Fasilitasi PT PGN jadi Pembeli Gas Blok Sijunjung

Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade. (Foto: Dok. Istimewa)
Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade. (Foto: Dok. Istimewa)

HALONUSA.COM – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Andre Rosiade memastikan gas bumi hasil eksplorasi di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar) sudah punya calon pembeli.

Andre Rosiade mengaku telah berkoordinasi dengan Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir untuk menjual gas bumi dari Sijunjung yang dieksplorasi.

Secara umum, katanya, Bupati Sijunjung menyetujui karena hasil olahan gas memang sudah siap, namun hingga hari ini belum ada pembeli.

Bacaan Lainnya

“Pertagas (PT PGN) sudah menyetujui pembelian gas dari Sijunjung ini, tentu menunggu proses,” kata Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini, Rabu (1/6/2022).

Meski demikian, dirinya kembali meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sijunjung dan perusahaan pengelola bernegosiasi dengan PT PGN untuk proses jual-beli ini.

“Semoga dalam waktu dekat terealisasi, agar produksi gas bumi juga ada di Sumbar. Hal itu bisa juga memastiakan ketersediaan gas bumi di Sumbar lebih baik,” ucapnya.

“Ini tugas kami sebagai wakil rakyat. Kalau terjadi, tentu menambah peluang bergeraknya ekonomi di Sijunjung, juga membuka peluang kerja dan usaha,” sambungnya.

Seperti diketahui, kegiatan eksplorasi minyak bumi dan gas alam (migas) di Sijunjung telah dimulai sejak 1981 oleh PT Caltex dengan wilayah kerja Blok Singkarak.

Per 2015 lalu, PT RBB mengambil alih kegiatan eksplorasi blok hingga tahun 2015, perusahaan itu telah mengeksplorasi Sumur Sinamar-1.

Potensi gas yang dihasilkan mencapai 35 mmscfd atau setara dengan 210 Mega Watt (MV) listrik. Jika menghasilkan 35 mmscfd, maka bisa dialokasikan dalam bentuk kargo sebesar 16 mmscfd untuk dua kargo dengan perkiraan sebesar 8 mmscfd per kargo, sehingga sisanya bisa untuk dikonsumsi bagi daerah setempat.

Jika sesuai target, Blok Migas Sijunjung akan mulai beroperasi pada 2023 mendatang. Saat ini masih ada kendala dalam tahap negosiasi dengan pembeli potensial (potential buyer). (*)

Pos terkait