Angin Puting Beliung Luluh Lantakkan Rumah Warga di Pasir Jambak Padang, Ini Penyebabnya Versi BMKG

Sejumlah rumah terdampak angin puting beliung di Pasir Jambak pada Kamis (14/4/2022) malam. (Foto: Dok. Istimewa)
Sejumlah rumah terdampak angin puting beliung di Pasir Jambak pada Kamis (14/4/2022) malam. (Foto: Dok. Istimewa)

HALONUSA.COM – Angin puting beliung meluluhlantakkan sejumlah rumah warga di kawasan Pasar Jambak, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang pada Kamis (14/4/2022) malam.

Akibatnya, rumah yang didominasi berada di bibir pantai rusak parah hingga membuat penghuninya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Bacaan Lainnya

Tak hanya merusak rumah, barang-barang yang berada di dalam bangunan juga rusak akibat ditimpa atap yang runtuh.

Kepala Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Sakimin pun angkat bicara merespons kejadian tersebut.

“Angin puting beliung terjadi karena di suatu wilayah terdapat perbedaan tekanan secara siclonik atau membentuk pusaran,” katanya kepada Halonusa.com via pesan WhatsApp, Jumat (15/4/2022).

Sakimin mengatakan, tidak ada ciri-ciri khusus atau spesifik kawsan yang rawan akan dampak puting beliung.

“Tidak ada ciri-ciri khusus, biasanya sih di sebelah barat pantai Sumbar ada daerah bertekanan rendah atau ada pembelokan arah angin, itu fenomena biasa biasa untuk daerah tropis,” ucapnya.

Terpisah, salah seorang warga yang rumahnya rusak akibat diterjang angin puting beliung mengaku mendengar suara gemuruh seperti hujan deras.

“Ternyata angin kencang ikut membawa pasir beterbangan hingga masuk ke dalam rumah, saya berupaya sembunyi agar tak tertimpa material bangunan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Basril menyebut sebanyak tiga rumah terdampak parah dalam kejadian tersebut.

Pos terkait