Anies Baswedan Bicara Janji Negara yang Belum Tuntas tentang Pendiri Diniyyah Puteri

Anies Baswedan dalam safari politik di Sumbar saat diskusi tentang pendidikan di Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang, Sumatera Barat, Sabtu (3/12/2022) malam. (Foto: Tim Khusus Anies Baswedan Sumbar)
Anies Baswedan dalam safari politik di Sumbar saat diskusi tentang pendidikan di Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang, Sumatera Barat, Sabtu (3/12/2022) malam. (Foto: Tim Khusus Anies Baswedan Sumbar)

HALONUSA.COM – Bakal Calon Presiden 2024, Anies Baswedan mendorong janji negara soal pengangkatan pendiri Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang sebagai pahlawan nasional. Hal itu disampaikannya dalam kunjungannya ke Padang Panjang, Sabtu (3/12/2022) malam.

Diakuinya, ini adalah sebuah janji negara yang belum tuntas menjadikan Rahmah El Yunusiah sebagai pahlawan nasional yang seharusnya sudah terealisaisi tahun 2012 namun masih tertunda sampai hari ini.

“Jadi ini yang harus kita dorong. Kami melihat peran Diniyyah Puteri ini dimulai dari kegemilangan ibu Rahmah El Yunusiah yang berjuang mendirikan Perguruan ini,” katanya.

Bacaan Lainnya

Anies membeberkan, bagaimana Al Azhar pada tahun 57 telah membuka program untuk perempuan. Artinya sudah 960 tahun lebih Al Azhar hanya dibuka hanya untuk laki-laki. Setelah itu baru dibukakan pintu untuk perempuan dunia.

“Saya melihat sebuah perjalanan gemilang di masa lalu. Sebuah organisasi yang usianya panjang, berarti organisasi itu sudah tua. Tetapi cerita yang kita terima dari pimpinan Diniyyah Puteri adalah masa depannya,” ujarnya.

Artinya di usia 99 tahun itu, kata Anies, tidak dianggap usia yang tua melainkan dianggap usia awal dan Insya Allah kiprah Diniyyah Puteri Padang Panjang masih jauh ke depan.

“Bukti memiliki masa depan panjang, yakni bagaimana mereka dipersiapkan dan inilah salah kehebatan. Lembaga pendidikan dituntut harus belajar, jika belajar maka ia akan menjadi bagian dari masa lalu,” ujarnya.

Diketahui, Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang dirikan oleh Ibunda Rahmah El Yunusiyyah pada tanggal 1 November 1923 pada zaman pemerintahan Belanda di Indonesia.

Rahmah El Yunusiah mendirikan Perguruan Diniyyah Puteri pada usia 23 tahun setelah mendapatkan inspirasi ketika mengikuti pendidikan pada Diniyyahh School yang didirikan oleh kakak kandungnya Zainuddin Labay El Yunusy di tahun 1915.

Dalam perkembangannya, Dinniyah Puteri pernah menjadi tempat penyatu tokoh-tokoh pejuang dan tokoh pemuda Islam di masa lalu.

Bunda Rahmah EL Yunusiyyah merupakan salah satu pendorong dan pendukung terlaksananya sumpah pemuda tahun 1928. (*)

Pos terkait