Apa Itu Modus Operandi Tindak Pidana? Kasat Reskrim Polresta Padang Menjawab

Apa Itu Modus Operandi Tindak Pidana? Kasat Reskrim Polresta Padang Menjawab
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Padang, Sumatera Barat, Kompol Rico Fernanda | Halonusa
MODUS Operandi Tindak Pidana Pencurian diatur dalam Pasal 362 KUHP, kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda, Minggu (29/11/2020).

Bunyi Pasal 362 KUHP: Barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.

Apa itu modus operandi dalam tindak pidana pencurian dengan kekerasan?

Itu merupakan cara operasi atau teknik berciri khusus yang dilakukan penjahat. Pola atau cara kerja yang berbeda kemudian dikaitkan dengan penjahat tertentu dalam ilmu krimonologi.

Baca juga: Pelaku Spesialis Curat di Kecamatan Padang Timur Ditembak Polisi

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda, Minggu (29/11/2020) menjawab, kalimat modus operandi, berasal dari bahasa Latin, 'operating method' kemudian disingkat Mo.

Itu dalam kriminologi, telah diamati seperti pencurian mobil, maling rumah, penggelapan, merampok, menyelundup dan apa pun spesialisasinya.

"Kami menyebutnya itu strategi atau rencana penjahat melancarkan kejahatannya," kata Rico.

Artinya, tindakan itu dilakukan para penjahat, baik perseorangan, kelompok dalam merencanakan tindak kejahatan dengan cara kerjanya sangat khusus.

Modus operandi tidak hanya dilakukan penjahat profesional atau mafia hukum melainkan juga diterapkan oleh seorang pencuri.

Baca juga: Santroni 3 Rumah, Ini Modus Operandi Pelaku Curat yang Ditembak Polisi Padang

Misalnya, seperti pelaku yang baru-baru ini ditangkap anggota Sat Reskrim Polresta Padang. Bila seorang pencuri memulai kejahatannya dengan memasuki rumah dari jendela, kemungkinan besar ia akan melanjutkan metode ini selama ia melakukan pekerjaan itu.

Rico menerangkan, itu akan menjadi adat kebiasaan dalam bahasa lapangannya, artinya ketika seorang pencuri melakukan metode tersebut.
Maka melekatlah kalimat modus operandi kepadanya karena melakukan terus menerus merampok atau mencuri dalam rumah dan yang melakukannya orang yang sama.

Sambung Rico saat berbincang santai akhir pekan November 2020, menerangkan pula bahwa dalam hukum pidana tradisional, seseorang dikatakan sebagai penjahat atau pelaku kejahatan apabila ia telah melakukan kejahatan yang dapat dihukum dimasa lampau.

Sementara dari sudut pandang masyarakat, kita (polisi-red) lebih mengedepankan melindungi masyarakat dari tindakan dimasa depan dari pada membalas dendam kepada penjahat atas tindakan-tindakan dilakukannya sebelumnya.

Baca juga: Penipu Modus Petugas Covid-19 di Padang Sudah Beraksi di 23 Lokasi

Misalnya, pelaku spesialis pencurian dan pemberatan di Padang Timur baru-baru ini. Modus operandinya memasuki rumah dengan mencongkel jendela dan dilakukan terus menerus. Masyarakat resah karena mengetahuinya, masyarakat besar kemungkinan sudah berniat ingin membalas dendam atas apa yang ia kerjakan.

Namun karena dalam pandangan hukum, warga tidak ingin menjadi penjahat atau pelaku kejahatan karena dianggap telah melanggar kaidah-kaidah hukum yang dipatuhi. Sehingga kita (polisi-red) yang selalu mengendepankan melindungi masyarakat dari tindakan dimasa depan.

Apa saja tugas pokok dan fungsi Sat Reskrim?

Sobat Halonusa harus mengetahuinya. Ini penjelasan Rico Fernanda, Sat Reskrim adalah unsur pelaksana tugas pokok Polres yang berada dibawah kepemimpinan Kapolres.

Sat Reskrim bertugas menyelenggarakan atau membina fungsi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana secara transparan dan akuntabel dengan penerapan SP2HP.

Memberikan pelayanan dan perlindungan khusus terhadap korban dan pelaku anak dan wanita, menyelenggarakan fungsi identifikasi baik untuk kepentingan penyidikan maupun pelayanan umum, menyelenggarakan pembinaan, koordinasi dan pengawasan PPNS baik dibidang operasional maupun administrasi penyidikan sesuai ketentuan hukum dan per undang-undangan.

Sat Reskrim dipimpin Kasat Reskrim yang bertanggung jawab kepada Kapolres dan dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari dibawah kendali Wakapolres.

Baca juga: Penipuan Modus Petugas Covid-19, Tukang Hipnotis Ditangkap Polresta Padang

Kasat Reskrim dalam melaksanakan tugas kewajibannya dibantu Kepala Urusan Pembinaan Operasional disingkat (Kaur Binops), Kepala Urusan Administrasi dan Ketatausahaan disingkat (Kaur Mintu), Kepala Urusan Identifikasi disingkat (Kaur ident), Kepala Unit yang terdiri dari paling banyak 6 Unit.

Kemudian Satreskrim bertugas melaksanakan penyelidikan, penyidikan, dan pengawasan penyidikan tindak pidana, termasuk fungsi identifikasi dan laboratorium forensik lapangan serta pembinaan, koordinasi dan pengawasan PPNS.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Satreskrim menyelenggarakan fungsi:

  • Pembinaan teknis terhadap administrasi penyelidikan dan penyidikan, serta identifikasi dan laboratorium forensik lapangan.

  • Pelayanan dan perlindungan khusus kepada remaja, anak, dan wanita baik sebagai pelaku maupun korban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

  • Pengidentifikasian untuk kepentingan penyidikan dan pelayanan umum.

  • Penganalisisan kasus beserta penanganannya, serta mengkaji efektivitas pelaksanaan tugas Satreskrim.

  • Pelaksanaan pengawasan penyidikan tindak pidana yang dilakukan oleh penyidik pada unit reskrim Polsek dan Satreskrim Polres.

  • Pembinaan, koordinasi dan pengawasan PPNS baik di bidang operasional maupun administrasi penyidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

  • Penyelidikan dan penyidikan tindak pidana umum dan khusus, antara lain tindak pidana ekonomi, korupsi, dan tindak pidana tertentu di daerah hukum Polres.


Demikian Sobat Halonusa tentang apa itu modus operandi dan tugas pokok serta fungsi Satuan Reserse dan Kriminal, bersambung...

Berita Lainnya

Index