Apakah Bagus Kahfi Tidak Jadi Gabung FC Utrecht? Indra Sajfri: Kurang Komunikasi

Apakah Bagus Kahfi Tidak Jadi Gabung FC Utrecht? Indra Sajfri: Kurang Komunikasi
Amirudin Bagus Kahfi © Bola.net/Fitri Apriani
HALONUSA.COM - Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri, penyerang tim nasional U-19 itu diketahui baru kembali ke Indonesia, November 2020.

Pasalnya, saat ini sedang di Eropa beberapa bulan untuk memulihkan cederanya.

Sementara para rekannya telah kembali ke Tanah Air usai Garuda Selecet tuntas digelar. Bagaimana dengan persoalan transfer ke klub Belanda FC Utrecht?

Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri menjawab kalau persoalan dalam transfer dari Barito Putera ke klub Belanda FC Utrecht karena kurang komunikasi.

Baca juga: Garuda Select Bukan Kaleng-Kaleng, Cetak Pesepakbola Berkelas, Hingga Berlaga ke Eropa

"Terkait Bagus Kahfi, itu karena miskomunikasi dari awal karena ia disalurkan ke klub lain sebelum dikembalikan ke klub asalnya," ujar Indra dikutip dari laman resmi PSSI di Jakarta, Sabtu.

PSSI, katanya, tidak bisa terlibat dalam transfer pemain antarklub.

Pria asal Sumatera Barat itu memastikan PSSI berusaha melakukan mediasi dengan pihak-pihak terkait agar tidak terjadi kesalahpahaman.

"Adalah kewajiban PSSI untuk mengembalikan pemain ke klubnya. PSSI tidak bisa mengintervensi kontrak antara pemain dan klub," katanya.

"Tetapi, PSSI ingin agar semuanya berjalan dengan baik dan lancar," sambung Indra.

Baca juga: Timnas Bola Tangan Serbia Yakin Lolos Kejuaraan Eropa, Sempat Keteteran karena Corona

Bagus menurut Indra, memang sudah seharusnya kembali ke klub asal Barito Putera terlebih dahulu.

Untuk memastikan Bagus dan orang tuanya telah memperbaiki komunikasi dengan Barito Putera.

Kabarnya sepulang dari program Garuda Select tahap kedua di Inggris serta Italia pada Januari-Maret 2020, tetapi muncul isu tidak sedap yang mengaitkan Bagus dengan FC Utrecht.

Pada akhirnya, pesepak bola berusia 18 tahun itu diberitakan gagal bergabung dengan FC Utrecht. Alasannya, sampai batas waktu yang diajukan yaitu Jumat (27/11/2020), tawaran Utrecht tidak disambut Barito Putera.

Baca juga: Mengembangkan Sport Science, Kemenpora Bakal Disokong UNJ

PSSI pun menyoroti peran sponsor mereka untuk program Garuda Select, Mola TV, yang ikut membantu perpindahan tersebut.

Indra menghargai upaya Mola TV. Meski demikian, PSSI mengingatkan supaya semua tahapan transfer dikomunikasikan dengan baik ke semua pihak terutama klub-klub yang terlibat.

"Mola TV kalau memang mau menyalurkan harus berkomunikasi baik dengan klub dan tidak cukup hanya bicara dengan pemain ataupun orang tua pemain yang bersangkutan," terang Indra.

"Sekarang bagaimana Bagus Kahfi boleh pindah atau tidak itu urusan profesional klub," ujar pelatih yang membawa Indonesia juara Piala AFF U-19 2013 dan Piala AFF U-22 2019 tersebut.

Baca juga: Buku Olahraga Terbaik Tahun 2020

PSSI menggarisbawahi bahwa, jika pemain atau dalam hal ini Amiruddin Bagus Kahfi masih terikat kontrak dengan sebuah klub yaitu Barito Putera, maka menjadi hak Barito untuk memutuskan apakah melepas atau tidak melepas pemainnya itu.

PSSI pun meminta para pemain muda untuk memasukkan klausul potensi bermain di Eropa dalam kontraknya di klub jika serius dan yakin dirinya dapat bermain di sana, seperti dinukil dari Antara news (*)

Berita Lainnya

Index