Baca Novel Atheis Karya Achdiat K Mihardja, Lengkap Sinopsis

×

Baca Novel Atheis Karya Achdiat K Mihardja, Lengkap Sinopsis

Bagikan berita
Cover novel Atheis Karya Achdiat K Mihardja (Wikipedia/Halonusa)
Cover novel Atheis Karya Achdiat K Mihardja (Wikipedia/Halonusa)

Tiba-tiba Rusli (sahabat masa kecil Hasan) dan Kartini masuk ke kantor Hasan. Pertemuan itu sangat penting bagi Hasan, menurutnya Kartini sangat mirip dengan Rukmini, mantan pacarnya.

Apalagi menurut Hasan Rusli dan Kartini terlalu bebas dan modern. Hassan bertekad untuk mengubah dua orang yang tertanggap murtad ke Islam. Namun Hasan tidak bisa berbuat apa-apa, malah terjebak oleh pemikiran Rusli yang selalu menyanggah keyakinan agamanya dengan retorika-marxisme.

Dia mulai aktif membaca literatur Marxis. Selain itu, Hasan mulai mengikuti berbagai kegiatan gelaran Rusli dan kawan-kawan.

Hubungan Hasan dengan Kartini dan Rusli semakin dekat. Iman Hasan yang semula kuat, mulai runtuh. Di sisi lain, muncul juga Anwar yang menganggap Tuhan itu jahat. Anwar pun menaruh hati pada Kartini. Kartini juga sering bertingkah membuat Hasan cemburu. Untuk itu, Hasan pun semakin giat menarik perhatian Kartini.

Hasan kembali ke kampung halamannya dan Anwar bergabung dengannya. Saat itu, terjadi konflik pemahaman antara Hasan dan orang tuanya mengenai masalah agama dan pilihan pasangan hidup. Dia kembali ke Bandung. Sesampainya di sana, Hasan masih bertekad untuk menikahi Kartini. Setelah itu, seiring waktu, berbagai masalah muncul.

Membaca Atheis Karya Achdiat K Mihardja dengan alur sinopsis menggambarkan Karakter bernama Hasan ini tampaknya memang sengaja didesain untuk memiliki karakter yang “mudah” dan pening. Agaknya dengan sifat ini, penggunaan sudut pandang orang pertama masih mampu menutupi dua ideologi yang sama sekali bertolak belakang. Komunisme dan kapitalisme, sosialisme dan anarkisme, ateis dan teis, modern dan mistik.

Maka Hasan, menceritakan kehidupannya secara berurutan. Tentang jiwanya yang semula kuat perlahan-lahan menjadi rapuh dan akhirnya runtuh (ditandai ketika dia kembali ke Panyeredan dan mengatakan dia ingin menempuh jalannya sendiri) dan kemudian tumbuh kuat lagi ketika dia mengambil kematian.

Ketidakseimbangan antara tokoh-tokoh yang menganut paham mistisisme, tradisionalisme dan modernisme, komunis dan atheis (bahkan Anwar, sang anarkis) membuat novel ini seolah ingin mempropagandakan komunisme.

Bagaimana tidak, seorang Hasan yang mudah berubah posisi diserang oleh Rusli, Kartini, Anwar dan sederet kawan politik, bahkan munculnya cinta Hasan kepada Kartini. Satu-satunya yang mendukung teori Hasan adalah ayah dan ibunya. Itu pun tertinggal jauh di Panyeredan, dalam benaknya.

Bersambung....

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini