Benarkah Gestun Berbahaya? Berikut 6 Fakta Mengapa Gesek Tunai Dilarang

Benarkah Gestun Berbahaya? Berikut 6 Fakta Mengapa Gesek Tunai Dilarang
Pelanggan dan kasir di toko membayar menggunakan kartu nirsentuh. Benarkah Gestun Berbahaya? Berikut 6 Fakta Mengapa Gesek Tunai Dilarang (Foto: iStockphoto/Halonusa)
HALONUSA.COM – Tren gaya hidup penggunaan kartu kredit sebagai alat pembayaran semakin meningkat karena lebih mudah dan praktis sehingga tak perlu membawa uang tunai.

Tak hanya sebagai alat pembayaran, kartu kredit dapat juga berfungsi sebagai sarana tarik tunai secara langsung. Hal ini tidak menyalahi aturan jika pengguna kartu kredit melakukannya di ATM (Automatic Teller Machine)  melalui fitur cash advance.

Namun, beberapa tahun belakang di kalangan pengguna kartu kredit sedang tren metode gestun atau gesek tunai yang menjadi salah satu cara atau sebuah solusi yang mudah bagi pemilik kartu kredit yang ingin mendapatkan uang tunai tanpa harus ribet pergi ke ATM.

Gesek tunai menggunakan kartu kredit ternyata sudah dilarang keras oleh pihak Bank Indonesia (BI).  Meskipun memiliki banyak nilai lebih serta kemudahan yang diberikan kepada para pengguna kartu kredit.

Tetapi Bank Indonesia menduga akan adanya banyak kerugian yang terjadi baik bagi nasabah dan pihak perbankan sebagai pemberi kartu kredit serta negara.

Bank Sentral menganggap gestun kartu kredit sebagai aktivitas ilegal dan menyalahi aturan yang ditetapkan, yakni Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.11/11/PBI/2009. Sebagaimana telah diubah dengan PBI No.14/2/2012 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK).

Gestun memang bisa menarik uang dengan cepat dan mudah, tetapi masih banyak di kalangan pengguna kartu kredit yang tidak menyadari kalau gestun memiliki risiko dan juga potensi yang berbahaya.

Banyak modus penipuan yang terjadi akibat penyalahgunaan transaksi gesek tunai oknum yang tidak bertanggung jawab. Berikut ini beberapa fakta gestu atau gesek tunai di larang.

6 Fakta Mengapa Gestun atau Gesek Tunai Dilarang




  1. Memiliki Potensi Terjadinya Kartu Kredit Macet




Saat seorang nasabah melakukan sebuah penarikan uang tunai hingga mencapai limit yang sudah diberikan, maka potensi terjadinya kredit macet akan sangat besar karena ditakutkannya nasabah tidak mampu dalam membayar kembali tagihan tersebut.

Hal ini dikarenakan jumlah tagihan yang semakin membesar, sementara penghasilan atau pendapatan tidak mengalami adanya peningkatan atau tetap begitu saja.

Ada pula bunga yang dibebankan kepada nasabah saat penagihan sebesar dua persen.


  1. Berisiko Tinggi Terjadi Pencucian Uang Atau Money Laundering




Larangan fitur gesek tunai untuk seorang nasabah maupun pihak penyedia layanan tersebut dilakukan untuk mencegah risiko terjadinya pencucian uang oleh berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, gestun dengan penggunaan kartu kredit yang dilakukan di merchant tertentu juga sangat berisiko tinggi terhadap tindak penyalahgunaan maupun pencurian data.

Terlebih lagi maraknya pembobolan pada kartu kredit dan rekening yang sering terjadi pada nasabah yang melakukan pengambilan uang melalui merchant.


  1. Terjadinya Penyalahgunaan Dan Pemanfaatan Kartu Kredit




Pada dasarnya kartu kredit merupakan sebuah sarana yang membantu memudahkan transaksi pembayaran yang akan kamu lakukan.

Namun, fitur gesek tunai ini justru akan mengubah fungsi utama pada kartu kredit tersebut sebagai alat yang justru semakin menambah hutang.


  1. Jumlah Tagihan Uang Semakin Naik Tinggi




Semakin sering kamu melakukan transaksi dengan gesek tunai kartu kredit, maka semakin besar pula tagihan yang harus kamu bayarkan di akhir bulan nantinya.

Ditambah pula dengan bunga pada tagihan yang berbeda dengan bunga yang dibebankan saat terjadinya penarikan.


  1. Memicu Ketagihan Dalam Melakukan Penarikan Kembali




Kemudahan yang ditawarkan saat melakukan tarik tunai dengan kartu kredit dan dibandingkan dengan ATM sangat menggiurkan.

Inilah yang membuat gesek tunai sangat diminati. Hati-hati, tanpa disadari, ini akan memicu ketagihan untuk terus melakukan penarikan tunai.

Jangan sampai kamu tergiur untuk melakukan penarikan tunai melalui kartu kredit atau gestun meski banyak sekali kemudahannya.


  1. Masuk Daftar Hitam Otoritas Jasa Keuangan (OJK)




Gesek tunai atau gestun kartu kredit dinyatakan ilegal, maka melakukan praktik ini di merchant bisa membuat kamu masuk daftar hitam Otoritas Jasa Keuangan  (OJK ).

Kartu kredit yang kamu gunakan berpeluang mengalami masalah dan bisa saja diblokir oleh pihak bank penerbit kartu. Bank sudah melakukan berbagai upaya untuk mengnetikan praktik ilegal ini.

Mulai dari menghentikan kerjasama sampai memasukkan merchant pelaku gestun ke dalam daftar hitam merchant bermasalah.

Bahkan bukan tidak mungkin pula kamu masuk ke dalam kelompok nasabah yang bermasalah karena terbukti melakukan gesek tunai atau gestun ini.

Jika sudah begini, tentunya kamu akan mengalami kesulitan dalam melakukan penerbitan kartu kredit baru, atau mengajukan pinjaman dana ke lembaga keuangan resmi yang terdaftar dan diawasi langsung oleh OJK. (*)

Berita Lainnya

Index