Beruang Madu 7 Kali Muncul di Agam, BKSDA Pasang Perangkap

  • Whatsapp
TIm BKSDA Resor Agam saat memasang jerat untuk mengevakuasi beruang madu yang diketahui 7 kali muncul di permukiman warga Agam
TIm BKSDA Resor Agam saat memasang jerat untuk mengevakuasi beruang madu yang diketahui 7 kali muncul di permukiman warga Agam |

HALONUSA.COM – Kembali dilaporkan bila beruang madu (helarctos malayanus) muncul di perkebunan masyarakat pekan lalu. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam memasang dua perangkap di Jorong Padang Galanggang, Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur, Senin (15/2/2021).

Mengingat sudah 7 (tujuh) kali kemunculan endemik dilindungi negara itu muncul.

Berikut catatan BKSDA Resor Agam terkait kemunculan beruang, di antaranya di Kelok 35, Kelok 42, Kelok 28, Jorong Sidang Tangah, Ambun Tanai, Nagari Bayur dan Kelok 43 Jorong Padang Galanggang.

Baca juga: Profil Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat

“Itu menurut identifikasi lapangan dan keterangan beberapa saksi mata, diduga beruang yang muncul berkali-kali tersebut adalah individu yang sama, kata Kepala BKSDA Resor Agam, Ade Putra.

Menurut International Union for Conservation of Nature and Natural, disingkat IUCN. Merupakan organisasi internasional yang didedikasikan untuk kegiatan konservasi sumber daya alam.

Baik untuk tumbuhan maupun binatang. Menurutnay beruang madu dalam hal ini tergolong kepada binatang yang memiliki status Threatened Species pada Red List dalam IUCN.

Baca juga: Jenazah Dua Kadis Korban Kecelakaan Bus Dimakamkan, Bupati Agam: Kita Kehilangan Putra Putri Terbaik

Kemudian digolongkan kembali pada status kelangkaan Vulnerable (rentan).

Ancaman lain yang menghantarkan binatang ini masuk ke dalam Red List adalah semakin maraknya perburuan, baik yang berasal dari dalam kawasan perlindungan maupun luar kawasan perlindungan. (tan)

Pos terkait