Buaya Air Asin Muncul di Lokasi Wisata Pantai Tiku, BKSDA Agam: Tetap Waspada

  • Whatsapp
buaya air asin-agam-pantai-tiku-ilustrasi-halonusa.com-kariadil-harefa
Buaya muara atau disebut juga buaya berkatak yang dalam istilah biologinya disebut Crocodylus porosus adalah jenis buaya terbesar di dunia. Bahkan ukurannya jauh lebih besar dari buaya nil (Crocodylus niloticus) dan alligator Amerika (Alligator mississipiensis).

HALONUSA.COM – Buaya Muara (Crocodylus porosus) atau buaya air asin alias buaya muara muncul di kawasan objek wisata Pantai Pasia Tiku, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Agam.

Warga yang beraktivitas di sana diminta tetap waspada, kata Kepala Resor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Agam, Ade Putra, Kamis (4/3/2021).

Sebelumnya, reptil itu muncul di Sungai Sariak Padang Pariaman, lalu ke Batang Gasan hingga ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan kembali lagi ke Batang Gasan, Rabu (3/3/2021).

Menurut Ade, buaya muara itu berkisar usia tiga tahun dan sedang tersesat hingga mencapai bibir pantai.

“Kalau habitat terdekat hutan mangrove Pasie Paneh,” kata Ade.

Baca juga: Bercocok Tanam Hidroponik Selama Pandemi Corona, PNS di Agam ini Menuai Tabungan

Ini baru identifikasi kami sementara berdasarkan penuturan warga, tetapi ada pula keterangan warga jika beberapa hari lalu terjadi hujan lebat yang membuat salah satu muara meluap.

“Itu bisa saja terjadi sehingga membawa buaya itu ke pantai dan tersesat,” paparnya.

BKSDA Agam ini pun meminta Dinas Pariwisata Kabupaten Agam mengimbau pengunjung pantai Bandar Mutiara, Batang Gasan, Pantai Pasia Tiku untuk berhati-hati dan waspada.

“Ini kita lakukan agar tidak ada interaksi negatif antara manusia dan reptil itu,” tutupnya. (*)

Pos terkait