[CEK FAKTA]: Benarkah Pelaku Perampokan dan Pembunuhan di Kuranji Ditangkap? Ini Faktanya

[CEK FAKTA]: Benarkah Pelaku Perampokan dan Pembunuhan di Kuranji Ditangkap? Ini Faktanya
Kolase foto pesan berantai dan foto terduga pelaku perampokan di Kuranji, Kota Padang. (Foto: Dok. Istimewa)
HALONUSA.COM - Beredar pesan berantai di sejumlah grup percakapan WhatsApp foto pelaku perampokan dan pembunuhan di Kuranji, Kota Padang.

Pesan tersebut pun berseliweran di jagad media sosial (medsos). Tak sedikit yang mempercayai kabar tersebut.

"Sudah tertangkap pembunuhan perampokan adik istri Pak Sabrana," begitu bunyi pesan berantai tersebut.

Hasil penelusuran Halonusa.com, foto dua orang yang babak belur tersebut diketahui dalam kasus lain.

Baca juga: Buru Perampok dan Pembunuh Pengusaha LPG di Kuranji, Ini yang Dilakukan Polisi
Kabar tersebut juga diperkuat dengan pernyataan Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda.

"Bukan pelaku (perampokan) itu," kata Rico kepada awak media, Senin (25/10/2021).

Sejatinya, kata Rico, pihaknya masih memburu pelaku yang diketahui berjumlah tiga orang tersebut.

"Identitasnya sudah diketahui, kami masih memburu para pelaku tersebut," katanya.

Baca juga: Cerita Korban Perampokan di Kelok Kuranji Padang, Warga Baru dan Pengusaha LPG

Kapolsek Kuranji, AKP Sutrisman mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (23/10/2021) malam.

Korban tewas dalam kejadian berjumlah satu orang bernama Yuni Nelti, 59 tahun.

“Dari keterangan saksi yang selamat, pelaku berjumlah tiga orang, mereka menggunakan penutup kepala,” kata Sutrisman.

Sutrisman mengatakan, saksi yang selamat bernama Robbi Fernandes, 23 tahun, seorang pekerja di rumah tersebut. Dia disekap para pelaku ketika sedang salat di kamar belakang.

Baca juga: Pelaku Perampokan di Kuranji Tewaskan 1 Orang Bawa Kabur Receiver CCTV

Para pelaku, sambungnya mengikat kaki dan tangan Robbi dengan tali. Dia baru bisa melepaskan ikatan di tubuhnya pada keesokan harinya atau pukul 05.00 WIB.

Korban kemudian pergi ke rumah utama, sesampainya di sana dia mendengar orang menggedor pintu. Ternyata, anggota keluarga yang lain juga mendapatkan hal serupa.

Korban lainnya diketahui bernama Eni Natalia, 23 tahun, perawat Ani Asma, 85 tahun, orang tua dari korban tewas bernama Yuni Nelti.

Baca juga: Kronologi Perampokan di Kuranji Padang, Pelaku Sekap Penghuni Rumah yang Sedang Salat

Eni diketahui diikat dan disekap dalam kamar, sementara Ani dikunci dalam kamar mandi.

“Saat kamar mandi didobrak, majikannya, Kusbintara, 58 tahun sudah tergeletak dan membawanya ke kamar Yuni,” ungkapnya.

Namun, pada saat mengantarkan Kusbintara ke kamar Yuni, pintu kamar tersebut juga dalam keadaan terkunci.

“Pintu itu dibuka dengan kunci cadangan yang disimpan Ani Asma, di sana Yuni ditemukan dengan tangan terikat ke belakang dan mulut ditutup kain,” paparnya.

Baca juga: Kata Polisi Soal Insiden Perampokan dan Pembunuhan di Kuranji Padang: Satu Mobil Hilang

“Sebelumnya, Robbi juga sudah meminta pertolongan jamaah yang sedang salat subuh,” sambungnya.

Polisi mendapatkan laporan setelah warga bernama Syahrial Chandra, 65 tahun menghubunginya.

“Korban bernama Yuni Nelti meninggal dunia, sementara Kusbintara mengalami patah di tangannya,” tuturnya.

Baca juga: Kasus Perampokan di Kuranji Padang, Korban Dikabarkan Dibunuh

Akibat kejadian ini, korban kehilangan satu mobil warna putih dengan nomor polisi (nopol) BA 1394 BQ.

Kemudian, Kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM), empat telepon seluler (ponsel) dan Receiver CCTV.

Dengan demikian, pesan berantai yang beredar di medsos tersebut keliru atau hoaks. (*)

Berita Lainnya

Index