Cerita ASN jadi Korban Pengakuan Investasi Bodong: Pelaku Teman Dekat Senior Kami, Pelatih Marching Band

Ilustrasi penggelapan (Foto: Dok. Shutterstock)
Ilustrasi penggelapan (Foto: Dok. Shutterstock)

HALONUSA.COM – Korban penipuan berkedok investasi dalam distributor gula di Sumatera Barat (Sumbar) angkat bicara terkait awal mula perkenalan antara dirinya dengan pelaku.

Kepada Halonusa.com, salah satu korban yang tak mau disebutkan namanya, pelaku CH, 44 tahun merupakan teman dekat dari salah satu seniornya yang bertugas di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Sumatera Barat (Sumbar).

“Pelaku juga dibawa oleh senior kami menjadi pelatih marching band di sini, jatuhnya pihak ketiga,” katanya, Sabtu (6/8/2022).

Bacaan Lainnya

Korban menceritakan awal mula perkenalan dirinya dengan pelaku hingga tertipu investasi bodong modus distribusi gula dengan sistem bagi hasil.

“Kalau saya ikut bergabung ditawarkan pada Juni 2021, informasinya kan dia distributor gula di Sumbar. Sebelum itu tahun 2020 senior saya sudah main duluan, karena lancar, ditawarkan ke saya dan saya ingin bekerjasama dengan dia waktu itu,” katanya.

Seiring berjalannya waktu, katanya, atau tepatnya mulai Maret 2022 lalu, korban sudah merasakan macetnya pembayaran yang dilakukan oleh pelaku.

“Alasannya gula naik, grosir tidak adalah,” katanya.

Korban mengaku sempat bertanya kepada pelaku terkait keberadaan gudang distribusi gula yang dikelola oleh pelaku, namun pelaku menolak membawa pelaku ke tempat yang dimaksud.

“Wajar namanya juga saya investor, saya ingin tahu dimana tempat keberadaan distributor gula tersebut. Dalam perjanjiannya, apabila modal ditarik akan dikembalikan, saya ingin tarik, namun alasannya (gula) habis, hingga tiga bulan sampai sekarang tidak ada kejelasannya,” ungkapnya.

Saat ini, kata korban, dirinya sudah hilang kontak sama sekali dengan pelaku.

Sebelumnya, kata korban, CH juga pernah terlibat penggelapan mobil, namun sudah damai meski mobil belum sampai di tangan korban.

“Terkait masalah ini, saya merasa tidak beres, kalau dia ada itikad baik, dia pasti berjanji dan menepatinya, sama dengan dia bertanggung jawab ke keluarganya, yaitu dengan cara dia kembalikan atau diganti,” katanya.

Korban dan teman-temannya yang juga lain juga berharap ada itikad baik, namun belum ada tanda-tandanya hingga pelaku dilaporkan ke polisi dan ditangkap.

Pos terkait