Cerita Istri Nelayan di Padang yang Sukses Buka Usaha Jahit, Sempat Utang Sana-sini

Cerita Istri Nelayan di Padang yang Sukses Buka Usaha Jahit, Sempat Utang Sana-sini
Salah satu mitra binaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang usaha jahit baju di Padang. (Foto: Dok. Pertamina MOR 1)
HALONUSA.COM - Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Begitu ungkapan yang pantas rasanya disematkan ke Santi karena suskes membuka usaha menjahit pakaian.

Istri dari seorang nelayan di kawasan Bungus Teluk Kabung tersebut menceritakan perjalanannya sukses membuka usaha jahit baju setelah mengikuti program dari PT Pertamina (Persero).

"Meskipun saat ini pandemi, sedikitnya lebih baik dari pada masa lalu kami yang susah, setidaknya kami masih bisa eksis menjalankan usaha ini," katanya, Selasa (31/8/2021).

Santi tidak menampik, sebelum mendapatkan program dari perusahaan tambang minyak tersebut, dirinya mengalami kesulitan keuangan hingga berutang kesana-sini.

Pasalnya, penghasilan suami yang berprofesi sebagai nelayan tidak menentu dan sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Penghasilan suami tidak menentu, rata-rata hanya Rp30 ribu per hari, bahkan tak jarang tidak ada sama sekali," katanya.

Namun, Santi tidak patah semangat. Mendengar PT Pertamina (Persero) membuka program pelatihan menjahit melalui Corporate Social Responsibility (CSR), dia pun tak mau ketinggalan.

Hasilnya, lima bulan setelahnya, dia bisa membuka usaha jasa jahit pakaian sendiri. Dengan keahlian yang diperolehnya tersebut, saat ini dia bisa mendapatkan penghasilan sebanyak Rp200 ribu per hari.

"Peralatannya kami peroleh dari Pertamina, kami pun belajar dengan keras hingga akhirnya berani menerima jasa (jahitan) ini," katanya.

Namun, ilmu yang ia dapatkan tidak ditelan sendiri. Ia pun membagikan keahlian yang ia dapat ke kelompok masyarakat lain. Santi tidak malu untuk berkeliling mengajarkan masyarakat hingga satu kelompok baru terbentuk bernama D' Kartinis.

Salah seorang anggota kelompok tersebut, Yasni mengaku mendapatkan hal positif. Bahkan dia pun sudah mengikuti jejak Santi dengan membuka usaha serupa.

"Sekarang saya sudah menerima jahitan tempahan sendiri, misalnya membuat baju anak, seprai, suvenir dan lain-lain, ini rasanya sangat bermanfaat," katanya.

Pada masa pandemi Covid-19 ini, Santi dan D' Kartinis fokus memproduksi masker kain. Sejumlah pesanan terus berdatangan dari berbagai daerah di Sumatera Barat (Sumbar), seperti Kota Padang, Payakumbuh, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), hingga ke Pulau Jawa.

Sementara itu, Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina Regional Sumbagut, Taufikurachman mengatakan, pihaknya terus mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.

"Saya berharap pandemi ini tidak menghalangi mitra binaan kami untuk terus berkarya. Kami terus berdayakan kelompok ini menjadi agen perubahan (agent of perubahan) dan menjadi inspirasi seperti energi yang terus bergerak membawa perubahan," ujar Taufik. (*)

Berita Lainnya

Index