Cerita Remaja 12 Tahun di Padang Ikuti Gebyar Vaksin di Lubuk Begalung Padang

Cerita Remaja 12 Tahun di Padang Ikuti Gebyar Vaksin di Lubuk Begalung Padang
Reisya Hilmi Faren, 12 tahun, menjadi peserta paling muda dari ribuan peserta gebyar vaksin di Kecamatan Lubuk Begalung. (Foto: Dok. Istimewa)
HALONUSA.COM - Seorang remaja bernama Reisya Hilmi Faren, 12 tahun, menjadi peserta vaksin yang termuda ikut dalam program Gebyar Vaksin Covid-19 yang diselenggarakan oleh Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Remaja kelahiran tanggal 17 Mei 2009 tersebut lebih muda satu tahun dari remaja lainnya bernama Andi Firman Hia, 13 tahun yang telah mengikuti vaksin satu hari sebelumnya pada Selasa (3/8/2021).

"Kami memberikan apresiasi bahwa Reisya menjadi peserta termuda yang divaksin, kami bangga dia mau divaksin," kata Wali Kota Padang, Hendri Septa saat meninjau pelaksanaan vaksin di Balai Basuo Kecamatan Lubuk Begalung, Rabu (4/8/2021).

Menurut orang nomor satu di Kota Padang itu, keberanian remaja tersebut patut diacungi jempol karena meski berusia muda, dia sangat antusias dengan program percepatan pemulihan Covid-19 yang diselenggarakan pemerintah.

"Dia lolos dalam pemeriksaan kesehatan dan bisa divaksin sehingga bisa menjadi peserta termuda yang divaksin," katanya.

Sementara itu, Reisya mengaku bahwa dia disuntik vaksin Covid-19 atas dasar keinginannya sendiri.

"Rasanya biasa saja, seperti digigit semut saja, gak sakit," katanya.

Sebelumnya, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang resmi membuka program Gebyar Vaksinasi Covid-19. Sejumlah masyarakat antusias mengikuti program tersebut.

Salah satunya adalah peserta termuda bernama Andi Firman Hia, 13 tahun, mengikuti kegiatan yang dimulai pada Selasa hingga Jumat (3-6/8/2021).

“Saya disuruh orang tua untuk ikut vaksin, awalnya mama diberi tahu oleh salah seorang petugas di lingkungan Kecamatan Lubuk Begalung,” kata Andi saat ditemui Halonusa.com, Selasa (3/8/2021) pagi.

Selain itu, katanya, teman-temannya juga sudah mengikuti vaksin Covid-19 di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Kartika Padang.

“Karena saya telat, akhirnya saya memilih ikut vaksin di (Kecamatan Lubuk Begalung) sini, sementara mama dan papa sendiri sudah ikut vaksin duluan di tempat kerjanya,” kata anak pertama dari Sozanolo Hia dan Welida Zamili ini. (adl)

Berita Lainnya

Index