Cerita Syafrizal, Pemberi Jasa Penukaran Uang di Padang

Syafrizal, pemberi jasa penukaran uang di Padang (foto : Halbert Caniago)
Syafrizal, pemberi jasa penukaran uang di Padang (foto : Halbert Caniago)

HALONUSA.COM – Syafrizal (56) duduk di atas sepeda motornya di Jalan Sawahan, Kecamatan Padang Timur Kota Padang. Ia duduk sembari memegang sebuah kertas yang ditepel uang pecahan kecil.

“Dari tadi baru satu yang menukarkan uang ke saya,” katanya saat diwawancarai Halonusa.com, Selasa (26/04/2022).

Lelaki yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek itu beralih untuk sementara sebagai penerima jasa penukaran uang untuk lebaran.

Bacaan Lainnya

“Kalau uang yang biasa ditukarkan itu mulai dari pecahan Rp1000 sampai pecahan Rp10000,” katanya.

Ia mengatakan, untuk mendapatkan uang baru pecahan kecil, dirinya harus mengantre selama beberapa jam di Bank yang ada di Kota Padang.

Syafrizal memberikan uang baru pecahan kecil kepada seorang penerima jasa (Foto: Halbert Caniago)
Syafrizal memberikan uang baru pecahan kecil kepada seorang penerima jasa (Foto: Halbert Caniago)

“Tadi saja mengantre dari pagi saya hanya dapat pecahan Rp2000 dua ikat dan pecahan Rp5000 dua ikat,” katanya.

Menurutnya, pihak bank membatasi penukaran uang baru hanya sebanyak dua ikat saja dalam sehari.

“Makanya kita harus mengantre di banyak bank untuk mendapatkan uang baru ini,” katanya.

Ia menuturkan, dirinya harus mengantre selama dua sampai tiga jam jika telat sampai di Bank untuk mendapatkan uang baru tersebut.

“Kadang kalau dapat nomor antrean yang kecil ya dapatnya cepat. Tapi kalau sudah puluhan itu biasanya dua sampai tiga jam,” katanya.

Setelah mendapatkan uang baru dengan pecahan kecil, ia langsung duduk di Jalan Sawahan untuk menunggu orang yang akan menukarkan uang untuk lebaran.

“Biasanya kalau Bank masih buka, jarang ada yang menukarkan uang ke saya. Tapi kalau Bank sudah tutup, biasanya banyak yang mau menukarkan ke saya,” lanjutnya.

Syafrizal menerima uang yang ditukarkan oleh pelanggannya (Foto : Halbert Caniago)
Syafrizal menerima uang yang ditukarkan oleh pelanggannya (Foto : Halbert Caniago)

Ia mengatakan, untuk setiap penukaran, dirinya mengambil uang jasa sebanyak 10 persen dari total jumlah uang yang ditukarkan.

“Biasanya saya mengatakan ke pelanggan kalau ini bukan jual beli, tapi ini jasa saya yang telah engantre ber jam-jam di Bank,” katanya.

Pos terkait