Covid-19 XBB Merebak, Menkes Imbau Masyarakat Lakukan Hal Ini

Ilustrasi Covid-19. (Foto: Dok. Pixabay)
Ilustrasi Covid-19. (Foto: Dok. Pixabay)

HALONUSA.COM – Mentri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau agar masyarakat mewaspadai virus Covid-19 varian XBB yang tengah merembak di beberapa negara tetangga.

”Ujiannya nanti akan kita lihat di awal tahun depan karena beberapa varian baru seperti BA.2.7.5 sudah terjadi di India,” ujar Menkes Budi pada Capaian Kinerja Pemerintah tahun 2022 yang disampaikan secara virtual, Jumat (21/10) di Jakarta.

Menurutnya, dewasa ini, kenaikan kasus COVID-19 di Singapura yang tadinya hanya ratusan kasus, sekarang naik menjadi 6.000 kasus per hari, lebih tinggi dari kenaikan kasus di Indonesia yang cuma 2.000 kasus per hari.

Bacaan Lainnya

“Di Singapura sendiri, kasus dipicu oleh munculnya gelombang Covid-19 yang disebabkan sub varian omicron yakni covid XBB,” lanjutnya.

Pada bulan Juli hingga Agustus 2022 lalu, hampir seluruh dunia mengalami kenaikan yang tinggi karena varian Omicron B4 dan B5.

“Sementara di Indonesia pada bulan tersebut termasuk satu dari beberapa negara seperti India dan Cina yang kenaikannya sangat sedikit,” lanjutnya.

Ia mengatakan, hal itu disebabkan karena memang strategi penanganan pandemi di Indonesia yang relatif baik.

“Selama enam bulan dari awal tahun itu Indonesia tidak mengalami lonjakan kasus, padahal biasanya enam bulan awal merupakan siklus kenaikan gelombang karena ada varian baru,” katanya.

Ia mengklaim, dengan begitu, Indonesia sudah berhasil menangani pandemi dengan recovery lebih baik. Terutama di bulan Juli hingga Agustus lalu.

“Tapi masih ada tantangan karena varian baru masih akan tumbuh,” lanjutnya.

Menurutnya, tidak terjadinya kenaikan kasus yang signifikan di Indonesia karena vaksinasi diklaim sangat baik.

“Sekarang sudah 440 juta dosis disuntikkan ke lebih dari 204 juta populasi kita, sehingga imunitas dari masyarakat kita baik. Ditambah lagi protokol kesehatan di Indonesia juga relatif lebih konservatif,” katanya.

Ia menambahkan, sampai sekarang masyarakat masih terbiasa memakai masker, sementara negara-negara lain sudah membuka masker dan itu sebabnya terjadi kenaikan yang cukup tinggi seperti di Singapura.

Pos terkait