Dampingi Pokdarwis di Solok Selatan, Dosen UIN MY Batusangkar Bangkitkan Destinasi Wisata Seribu Rumah Gadang

Dampingi Pokdarwis di Solok Selatan, Dosen UIN MY Batusangkar Bangkitkan Destinasi Wisata Seribu Rumah Gadang
Dosen UIN MY Batusangkar foto bersama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), usai kegiatan "Membangkitkan Destinasi Kunjungan dengan Komunikasi Pemasaran", di Kawasan Seribu Rumah Gadang, Kabupaten Solok Selatan. Dampingi Pokdarwis di Solok Selatan, Do
HALONUSA.COM -  Dosen Keilmuan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus (MY) Batusangkar sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kawasan Seribu Rumah Gadang, Kabupaten Solok Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, ada dua bentuk kegiatan yang dilakukan Konsorsium Keilmuan Komunikasi UIN MY, yang pertama yaitu pengajian masyarakat sekitar wawasan Seribu Rumah Gadang dan pendampingan pengelolaan dalam promosi objek wisata kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Kegiatan tersebut dilakukan di salah satu mesjid yang berada di kawasan wisata Seribu Rumah Gadang Kabupaten Solok Selatan.
Baca Juga: Atas Nama Daun, Film Dokumenter Ganja Dalam Ragam Perspektif

Bertemakan "Membangkitkan Destinasi Kunjungan dengan Komunikasi Pemasaran" yang diusung oleh Konsorsium Keilmuan Komunikasi ini berusaha meningkatkan kembali gairah masyarakat sekitar, terutama Pokdarwis untuk sadarkan potensi wisata yang dimiliki oleh kawasan wisata Seribu Rumah Gadang.

Memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi, pemasaran terhadap kawasan wisata dapat dilakukan dengan efektif yang tentunya berdampak baik terhadap jumlah kunjungan wisatawan.

Salah satu anggota Konsorsium Keilmuan Komunikasi UIN MY, Andri Maijar mengatakan kegiatan pengabdian ini hendaknya dapat berlangsung secara kontinu sehingga hal yang diinginkan yakni bangkitnya destinasi wisata Seribu Rumah Gadang dapat terwujud.
Baca Juga: Hasil Penelitian 3 Dosen asal Sumbar Terhadap Masyarakat Adat Kajang di Bulukumba Sulsel

"Kita berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan, supaya hal-hal yang diinginkan bisa diaplikasikan dengan baik, dan khususnya untuk kawasan wisata Seribu Rumah Gadang ini juga dapat segera terwujud untuk pengelolaan yang lebih baik lagi," katanya.

Dalam sesi diskusi, banyak pertanyaan serta keluhan yang muncul. Mulai dari kurang terpeliharanya rumah gadang yang menjadi ikon dari Kawasan wisata ini, cara mengelola website dan media online, sampai dengan tindak premanisme yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Anggota Konsorsium Keilmuan Komunikasi yang beranggotakan 11 orang ini pun silih berganti menjawab pertanyaan yang dilontarkan tersebut.

Nantinya, kegiatan PkM ini akan menjadi pintu bagi pengelola kawasanan wisata Seribu Rumah Gadang untuk bekerjasama dengan UIN MY Batusangkar.
Baca Juga: Hadirkan Solusi Bagi IKM Setia, Tim Dosen Politeknik ATI Padang Rancang Mesin Penggiling Bumbu

Dimana pada UIN MY Batusangkar memiliki beberapa Program Studi (Prodi) dan Konsosrsium Keilmuan terkait lainnya yang dapat membantu untuk membangkitkan kembali destinasi wisata di Kawasan ini.

Seperti Prodi Pariwisata Syariah, Pengembangan Masyarakat Islam, dan Sejarah Islam.

Untuk diketahui, Kawasan Seribu Rumah Gadang merupakan objek wisata budaya di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat.

Disini terdapat banyak rumah gadang, yang merupakan rumah tradisional Minangkabau, dalam berbagai bentuk dan ukuran.

Rumah gadang ini sendiri merupakan pusaka tinggi dan rumah adat kebanggaan masyarakat di Minangkabau. Adat dan budaya asli minang menjadi wajah dan jati diri dari nagari saribu rumah gadang.
Baca Juga: Dosen UNP, ISI, dan UIN Batusangkar Teliti Resolusi Konflik Berbasis Kebudayaan di Komunitas Adat Kajang Sulsel

Kawasan ini dinobatkan sebagai Kampung Adat Terpopuler di Indonesia pada tahun 2017.

Diharapkan, Kawasan wisata Seribu Rumah Gadang dapat kembali menjadi Kawasan wisata popular baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. (*)

Berita Lainnya

Index