Dasar Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Dasar Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
Dasar Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Katakanlah: Dengan karunia dan rahmat Allah, hendaklah mereka bergembira. Kemurahan Allah lebih baik dari apa yang kamu kumpulkan. (QS.Yunus:58).

Sebagaimana Rasulullah SAW merayakan kelahirannya dan menerima wahyu dengan berpuasa setiap hari kelahirannya, yaitu setiap hari Senin, Nabi berpuasa untuk mensyukuri kelahirannya dan awal menerima wahyu.

Bacaan Lainnya

“Abi Qotadah al Anshori RA sebenarnya pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang puasa hari senin. Rasulullah SAW menjawab: Pada hari ini aku lahir dan wahyu diturunkan kepadaku”. (H.R. Muslim).

Realitas di dunia Islam dapat menjadi pertimbangan bagi tanggapan terhadap orang-orang yang mengharamkan maulid Nabi SAW.

Ternyata fenomena tradisi maulid Nabi tidak hanya ada di Indonesia, namun tersebar merata hampir di seluruh belahan dunia Islam. Ada kemungkinan masyarakat awam di antara mereka tidak mengetahui asal muasal kegiatan ini.

Pos terkait