Debt Collector Bergaya Begal yang Beraksi di Padang, Polisi: Kami Sibuk Vaksin

Ilustrasi begal mobil. (Foto: Dok. Snopes)
Ilustrasi begal mobil. (Foto: Dok. Snopes)

“Abang saya diseret keluar. Sudah seperti begal saja. Abang saya tergeletak di aspal. Telapak tangan sampai terluka,” ujarnya.

Setelah berhasil menyeret korban keluar, mobil langsung dibawa kabur. Padahal saat itu, HP dan dompet korban masih di dalam mobil.

Bacaan Lainnya

“STNK dalam dompet diambilnya. Dompet sama HP saya dititip di kantor satpam kantor leasing,” kata dia.

“Mereka bilang langsung ke kantor. Saya dan abang ikut naik mobil mereka. Sampai di kantor, mobil saya tidak ada,” ucapnya.

Setiba di kantor itu, Kevin dipaksa untuk meneken surat penarikan. Tapi ia tidak mau, karena sudah berniat untuk membayar angsuran.

Mendapat perlakuan itu, ia melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Padang. Tapi mereka diarahkan untuk melapor terlebih dahulu ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).

Setelah mencoba negosiasi dengan pihak leasing, namun tak ada solusi. Pada 20 September 2021, ia pun melapor ke Polsek Padang Selatan.

Menunggak 2 Bulan

Kevin mengakui, bahwa angsuran mobilnya tersebut menunggak dua bulan yang jatuh tempo pada 30 Agustus 2021, saat penarikan paksa itu.

“Angsuran sudah jalan 27 bulan. Saat kejadian saya mau bayar angsuran itu,” ujarnya.

Ia menunggak bukan karena tanpa alasan. Ia sebagai pedagang minuman dan makanan di Pantai Air Manis, terdampak pandami covid-19.

“Sama-sama tahulah, PPKM kemarin tidak ada wisatawan yang datang. Ekonomi menjadi sulit,” ujarnya.

Pos terkait