Dirikan Tenda Darurat, Warga Korban Gempa Pasaman Barat Kesulitan

Warga korban gempa bumi di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat kesulitan mendapatkan tempat pengungsian. Pusdalops BNPB korban meninggal
PENGUNGSI | Warga korban terdampak gempa Pasaman Barat, Sumatera Barat kesulitan mendapatkan tempat mengungsi. (Halbert Caniago)

HALONUSA.COM – Warga korban gempa bumi di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat kesulitan mendapatkan tempat pengungsian.

Dari pantauan Halonusa.com di lapangan, beberapa masyarakat hanya mendirikan tenda darurat di halaman rumah mereka yang sudah roboh.

Bacaan Lainnya

Beberapa warga lainnya ada yang dibawa ke lokasi pengungsian yang telah direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.

Meskipun begitu, lokasi pengungsian yang disediakan hanya berbentuk lapangan tanpa tenda yang bisa untuk berteduh.

Puluhan masyarakat yang mengungsi di Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat terpaksa harus berdempetan di tenda yang merupakan posko siaga bencana.

Korban meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat bertambah menjadi 7 orang.

Data terbaru tersebut diperoleh Halonusa.com dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui keterangan tertulis, Jumat (25/2/2022) sore.

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB menginformasikan pada pukul 16.30 WIB jumlah korban meninggal teridentifikasi 3 orang di Kabupaten Pasaman Barat dan 4 di Kabupaten Kabupaten Pasaman.

“Sedangkan total korban luka-luka mencapai 85 orang, dengan rincian luka berat 10 orang dan luka ringan 50 orang di Pasaman Barat, serta 25 orang di Pasaman,” kata Abdul Muhari, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Dia menyebut, BPBD Kabupaten Pasaman belum merinci kategori korban luka-luka yang dilaporkan ke Pusdalops BNPB.

Gempa juga berdampak pada pengungsian warga. Hingga kini sebanyak 5.000 warga mengungsi di 35 titik.

Pos terkait