Ditangkap, Pelaku Perampokan di Kuranji Padang Terancam Penjara Seumur Hidup

Ditangkap, Pelaku Perampokan di Kuranji Padang Terancam Penjara Seumur Hidup
Kapolresta Padang, Kombes Imran Amir. (Foto: Muhammad Aidil)
HALONUSA.COM - Kapolresta Padang, Kombes Imran Amir mengatakan, pelaku perampokan bos gas Elpiji di Kuranji, Kota Padang, terancam hukuman penjara seumur hidup.

"Kami jerat dengan pasal 365 junto 338 KUH Pidana," katanya, Jumat (5/11/2021) saat jumpa pers.

Imran menyebut, tiga pelaku sudah ditangkap. Dua dari tiga pelaku adalah wanita yang berinisial EN (23 tahun) dan RN (42 tahun).

Satu orang pelaku lagi adalah laki-laki berinisial RF (23 tahun). Mereka ditangkap Tim Klewang Polresta Padang tak lama usai beraksi.

Imran mengatakan, otak dalam kejadian tersebut adalah EN dan RF. EN merupakan pembantu rumah tangga dan RF satpam di rumah korban.

[caption id="attachment_16432" align="alignnone" width="649"]Tiga dari enam pelaku perampokan di Kuranji Padang saat diamankan di Polresta Padang, Jumat (5/11/2021). (Foto: Muhammad Aildil) Tiga dari enam pelaku perampokan di Kuranji Padang saat diamankan di Polresta Padang, Jumat (5/11/2021). (Foto: Muhammad Aildil)[/caption]

"Sementara RN merupakan kerabat dari EN, dia juga otak dari kejadian tersebut," katanya.

Hasil pemeriksaan terhadap pelaku, terungkap motif dari pelaku melakukan aksi tersebut karena sakit hati.

Untuk membalaskan rasa sakit hatinya, kata Imran, pelaku EN sempat pulang ke kediamannya di Sumatera Selatan (Sumsel) dan meminta bantuan kerabatnya untuk mencarikan orang yang bisa merampok di rumah tersebut.



"Sementara Satpamnya memberikan akses dan memberikan gambaran kediaman untuk melancarkan aksi, para eksekutor sudah berada di Padang satu minggu sebelum beraksi," katanya.

Bahkan, kata Imran, Satpam RF menggunakan motor untuk menjemput satu persatu pelaku dari tempat lain ke lokasi kejadian.

"Jadi dia lansir satu persatu para eksekutor ini," katanya.

Usai beraksi pelaku kabur ke luar daerah dan polisi baru mengetahui 10 jam pasca kejadian tersebut.

"Skenario ini sejak lebaran Idul Fitri sudah diatur untuk melakukan perampokan dan mengambil barang korban hingga baru terealisasi tanggal 23 Oktober 2021," ungkapnya.

Saat ini, polisi masih memburu tiga pelaku lain dalam peristiwa perampokan tersebut.

"Ketiganya masih kami buru dan sudah berkoordinasi karena diduga kabur, otaknya sudah kami tangkap," tuturnya.

Dari para pelaku, polisi menyita satu motor, pisau, tali dan selimut yang digunakan untuk menyekap korban. (*)

Berita Lainnya

Index