Evakuasi Korban Tambang Batu Bara Meledak di Sawahlunto, Basarnas Pakai Alat Ini

Evakuasi korban tambang meledak Sawahlunto
Evakuasi korban tambang meledak Sawahlunto. (Foto: Basarnas Padang)

HALONUSA.COM – Badan Pertolongan dan Pencarian (Basarnas) Padang masih melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban tambang meledak di Sawahlunto, Sumatera Barat.

Hingga berita ini diturunkan, Basarnas menyatakan sudah ada 6 orang korban yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan 2 orang dalam keadaan selamat.

“Saat ini kami masih melakukan pencarian terhadap 4 orang korban lainnya. Karena dari informasinya ada sebanyak 12 korban dalam kejadian ini,” kata Kepala Seksi Operational (Kasiops) Basarnas Padang, Octavianto, Jumat 9 Desember 2022.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan evakuasi terhadap 4 korban lainnya itu. Untuk melakukan evakuasi tersebut, pihaknya menggunakan beberapa alat.

Berikut alat yang digunakan oleh Basarnas untuk melakukan evakuasi terhadap korban tambang batu bara meledak di Sawahlunto.

1. Perlengkapan CSR

Perlengkapan CSR ini digunakan untuk melakukan pertolongan di ruangan yang sempit dan ini akan sangat berguna jika melakukan evakuasi di lokasi tambang.

2. SCBA

Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) adalah alat yang digunakan untuk membantu pernapasan dan ini sangat berguna saat melakukan evakuasi di lobang tambang batu bara.

3. Alat Mountenering

Alat mountenering ini adalah alat-alat yang biasanya digunakan untuk melakukan panjat tebing seperti harnes, tali clymbing, carabiner dan lainnya.

4. Alat Deteksi Korban

Alat deteksi korban ini biasanya digunakan oleh Basarnas untuk pencarian korban tertimbun longsor yang merupakan alat yang sangat dibutuhkan dalam melakukan evakuasi korban tambang batu bara meledak ini.

Itulah alat yang digunakan oleh Basarnas untuk melakukan evakuasi terhadap korban tambang batu bara meledak di Sawahlunto. (*)

Pos terkait