Flyover Sitinjau Lauik Batal Dibangun? Ini Penjelasan Kepala Bappeda Sumbar

Ilustrasi Fly Over Sitinjau Lauik
Ilustrasi Fly Over Sitinjau Lauik

HALONUSA.COM – Fly Over Sitinjau Lauik tidak jadi dibangun dan akan dialihkan menjadi pembangunan perbaikan geometri jalan.

“Bukan tidak jadi, pembangunan fly over itu kan untuk mengurangi angka kecelakaan dan angka kemacetan di Sitinjau Lauik dengan menurunkan kemiringan jalan,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Barat, Medi Iswandi.

Ia mengatakan bahwa setelah dihitung, ternyata untuk pembangunan fly over tersebut memakan anggaran mencapai Rp4 triliun lebih. Fly over satu itu sekitar Rp1,5 triliun dan fly over dua itu sekitar Rp2,5 triliun.

Bacaan Lainnya

“Bappenas sudah merespon dan menyetujuinya kepada Kementrian Pekerjaan Umum (PU). Tapi PU meragukan ini akan selesai tahun 2024. PU menawarkan, sebaiknya metodenya tidak fly over, tapi perbaikan geometri jalan,” lanjutnya.

Ia menjelaskan perbaikan geometri jalan itu adalah memperlebar jalan dengan menggunakan beton kontilefer ke arah jurang, sehingga kemiringan jalan itu bisa dikurangi.

“Hal ini sudah disetujui di Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Nasional kemarin,” lanjutnya.

Menurutnya, jika fly over tersebut tidak selesai pada tahun 2024 dengan anggaran sebesar itu, Kementrian PU mengkhawatirkan akan menjadi monumen mangkrak nantinya.

“Kalau memperlebar geometri jalan, dengan membuat beton kontilefer di tebig jalan, hasil yang akan dicapai sama dengan fly over tapi dengan biaya yang lebih murah,” katanya.

“Kita akan mereview design. Jadi dari titik fly over itu akan ada yang terpakai, tapi modelnya nanti akan berubah. Kemarin itu kan modelnya seperti spiral, nanti modelnya tidak akan seperti itu,” lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa untuk anggaran pembangunan model yang baru tersebut akan kembali dihitung dan ditentukan oleh Kementrian PU.

“Itu nanti akan direview semuanya oleh Kementrian PU. karena amanah dari Musrembang Nasional itu tahun 2023 harus sudah bisa dikerjakan dan dapat diselesaikan di tahun 2024,” tutupnya.

Pos terkait