Gantole Sumbar di PON XX Papua, Dari Prestasi hingga Sejumlah Insiden Atlet

Atlet Gantole asal Sumbar saat berlaga di PON XX Papua. (Foto: Dok. Antara/HO KONI Sumbar)
Atlet Gantole asal Sumbar saat berlaga di PON XX Papua. (Foto: Dok. Antara/HO KONI Sumbar)

HALONUSA.COM – Pekan Olah Raga Nasional (PON) edisi ke-20 dilaksanakan di Papua.

Kontingen Sumatera Barat (Sumbar) ikut serta dalam iven olah raga berskala nasional tersebut.

Dari sejumlah cabang olah raga (cabor), terselip satu yang menarik perhatian, yakni Gantole.

Bacaan Lainnya

Gantole menjadi sorotan bagi warga Sumbar dalam perhelatan PON kali ini.

Selain menyumbang prestasi, olah raga ini juga menjadi dilema bagi para atlet dan KONI Sumbar selaku induk pembina.

Betapa tidak, sejumlah insiden mewarnai pelaksanaan pertandingan Gantole.

Dimulai dari Rijalul yang mendarat di pedok panitia, hingga Khaidir Anas yang menghantam rumah makan.

Situasi saat Rijalul Fathani mendarat di pedok panitia. (Foto: Dok. Humas KONI Sumbar)
Situasi saat Rijalul Fathani mendarat di pedok panitia. (Foto: Dok. Humas KONI Sumbar)

Dia mendarat di pedok atau tenda panitia yang berada tidak jauh dari titik pendaratannya sesungguhnya.

Insiden itu terjadi pada Rabu (29/9/2021) di Lapangan Advent, Doyo Baru, Kabupaten Jayapura.

Dia bertanding di Kelas A dengan kondisi angin yang sangat kencang.

Awalnya, dia terbang dengan sempurna. Namun, ketika hendak mendarat, tekanan angin tiba-tiba berubah.

Tak ingin celaka lagi seperti tahun 2016 lalu, dia pun berimprovisasi dengan mengulur waktu pendaratan.

Namun, belum sempat melakukan itu, dia hilang keseimbangan karena dihantam angin.

Situasi gantole kontingen Sumbar yang mendarat darurat di pedok panitia PON XX Papua. (Foto: Dok. Humas KONI Sumbar)
Situasi gantole kontingen Sumbar yang mendarat darurat di pedok panitia PON XX Papua. (Foto: Dok. Humas KONI Sumbar)

Rijalul pun kesulitan mengarahkan ‘mainannya’ ke landasan landing, tempat seharusnya dia mendarat.

Bukannya berhenti di landasan landing, Rijalul malah menghantam pedok panitia.

Meski demikian, dia masih bisa menyelamatkan diri dengan memaksakan posisi di samping kiri atap pedok.

Jika tidak, dia akan mengalami cidera lantaran ujung pedok yang lancip dan sangat tajam.

Kondisi Rijalul Fathani pasca mendarat darurat di pedok panitia PON XX Papua. (Foto: Dok. Humas KONI Sumbar)
Kondisi Rijalul Fathani pasca mendarat darurat di pedok panitia PON XX Papua. (Foto: Dok. Humas KONI Sumbar)

Pos terkait