Gara-gara Mesin Jahit, Pria di Bukittinggi Ini Aniaya Rekan Bisnis Istrinya

Pelaku penganiayaan ditangkap polisi di kediamannya. (Foto: Dok. Polres Bukittinggi)
Pelaku penganiayaan ditangkap polisi di kediamannya. (Foto: Dok. Polres Bukittinggi)

HALONUSA.COM – Seorang pria berinisial D, 35 tahun, ditangkap dalam kasus penganiayaan terhadap rekan bisnis istrinya sendiri. Polisi menyebut masalah berawal dari mesin jahit.

Warga Pasar Pagi, Simpang Tembok, Kelurahan Puhun Tembok, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) pada Kamis (7/4/2022).

“Pelaku kami tangkap di kediamannya,” kata Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Ardiansyah Rolindo Saputra, Jumat (8/4/2022).

Bacaan Lainnya

Ardiansyah mengatakan, kasus penganiayaan berawal ketika korban datang ke kediaman pelaku untuk menagih uang mesin jahit yang dipinjam istri pelaku pada Senin (28/3/2022) lalu.

“Namun pelaku meminta bersabar lantaran istrinya sedang tidak berada di rumah,” katanya.

Namun, korban yang tak sabar terus mendesak pelaku dan meminta istrinya segera membayar utang mesin jahit tersebut.

“Karena emosi, kebetulan di sana ada peralatan tukang juga, akhirnya pelaku hilang kendali dan menganiaya korban,” ucapnya.

Ardiansyah menjelaskan, mesin jahit yang dipinjam istri pelaku bukan dibeli, melainkan sistem pinjam pakai. “Mesin jahit itu bukan dibelinya,” ujar Ardiansyah.

Saat ini, polisi telah menahan D di Polres Bukittinggi untuk proses lebih lanjut. (*)

Pos terkait