Gernas BBI Sumbar Resmi Ditutup, Dihadiri Menparekraf Sandiaga Uno

HALONUSA.COM – Setelah berlangsung cukup lama, Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) Sumatera Barat akhirnya ditutup, Jumat 16 September 2022.

Penutupan tersebut dihadiri oleh Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Padang Hendri Septa merasa bersyukur Kota Padang didaulat menjadi tuan rumah pelaksanaan penutupan Gernas BBI Sumatera Barat.

“Rangkaian Gernas BBI Sumatera Barat dimulai dari Kota Bukttinggi pada 12 April 2022 lalu, dan kemudian dilanjutkan di Kota Payakumbuh pada 24 Mei 2022. Hari ini ditutup di Kota Padang,” ujarnya.

Menurut Hendri Septa, Gernas BBI sebagai upaya menggerakan perekonomian masyarakat.

“Selain itu juga sebagai langkah strategis mempercepat pemulihan ekonomi nasional setelah kondisi perekonomian dunia diguncang pandemi Covid-19,” katanya.

Hendri Septa menambahkan, Pemerintah Kota Padang sangat mendukung Gernas BBI. Hal ini dibuktikan dengan Pemerintah Kota Padang membentuk tim peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

“Kami sudah membentuk tim untuk mendukung hal ini dan ini sebagai salah satu keseriusan kami dalam mendukung produk dalam negeri,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian di Sumatera Barat yang mencapai 600 ribu unit.

“Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berupaya memberikan penguatan serta pembinaan kepada pelaku UMKM,” katanya.

Sebelum menutup kegiatan Gernas BBI Sumatera Barat di Padang, Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan, hingga saat ini sudah ada 21 juta UMKM di Indonesia yang terdaftar di e-commerce atau perdagangan elektronik dari target 30 juta.

“Jumlah ini mengalami peningkatan signifikan setelah adanya Gernas BBI yang seperti dilaksanakan di Sumatera Barat ini,” katanya.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya sebatas bangga dengan produk buatan Indonesia. Namun harus membeli produk buatan Indonesia agar perekonomian dapat terus bergerak.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan berupaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat hingga ke tingkat nagari atau desa di Sumbar sebagai upaya mencerdaskan masyarakat dari sisi keuangan.

“Kalau masyarakat hingga tingkat nagari sudah teredukasi dengan baik akan melindungi mereka dari berbagai skema penipuan,” kata Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari¬†Dewi di Padang, Jumat. (*)

Pos terkait