Hati-hati, Modus Penipuan Baru, Jangan Sampai Jadi Korban

Ilustrasi penipuan. (Foto: Dok. Pixabay)
Ilustrasi penipuan. (Foto: Dok. Pixabay)

HALONUSA.COM – Modus penipuan semakin berkembang di era digital ini. Pemilik rekening Bank apapun harus semakin berhati-hati agar tidak menjadi korban penipuan yang kerap terjadi.

Akhir-akhir ini ada sebuah modus penipuan baru yaitu dengan hanya mengklik sebuah link yang dikirimkan ke pesan Whatsapp, maka anda akan langsung menjadi korban.

Modus penipuan ini sudah memakan korban, salah satunya korban yang berasal dari Kota Padang yang mengalami kerugian mencapai Rp1,114 miliar.

Bacaan Lainnya

Salah seorang yang hampir menjadi korban menceritakan apa yang ia alami untuk menjadi pembelajaran bagi semuanya.

Seorang yang bernama Andri Utama mengirimkan pesan berantai di grup Whatsapp agar pengalamannya menjadi pembelajaran bagi semua orang.

“Sekitar jam 11.20 siang. Saya di telpon dari pihak Bank BRI. Memberitahu kan kepada saya,, Bahwasanya utk stiap kali melakukannya transfer ke pihak Bank lain ( Selain BRI ). Selama ini di kenakan biaya Rp.6500,” tulisnya.

Jadi dengan Sistem baru tersebut, Pihak BRI tidak akan memotong biaya transfer lagi, stiap melakukan transaksi transfer, tetapi akan di potong stiap bulan sekitar Rp.105 rbu stiap bulannya.

“Lalu saya complain dan tidak terima dengan sistem yg baru ini,” katanya.

Setelah itu, pihak Bank BRI yang menelponnya mengatakan bahwa mereka akan melakukan pernyataan ketidak setujuannya dengan aturan baru tersebut.

“Ia mengatakan bahwa akan kirim link websitenya di chat whatsapp nanti. Ketika mereka menyapa saya di chat whatapp maka saya harus menyapa balik, walau pun dengan 1 huruf saja,” lanjutnya.

“Dengan begitu pihak penipu tersebut akan mengirimkan Link website nya,” lanjutnya.

Tidak selang berapa lama, ia langsung mendapatkan pesan Whatsapp dari nomor yang menghubunginya itu. Karena curiga, ia tidak membalas pesan tersebut dan hanya mengabaikannya saja.

“Selepas Sholat Jumat, saya pergi ke Bank BRI terdekat dan saya menjumpai Pihak BRI, saya menjelaskan semuanya,” lanjutnya.

“Pihak BRI mengatakan pada saya, syukur bapak tdk membalas 1 huruf kepada mereka. Karena kalau bapak balas, uang bapak otomatis masuk ke rekening mereka. Karena ini bersifat penipuan,” katanya.

Pos terkait