Heboh Soal Andre Rosiade Diperiksa Polda Sumbar, Kabid Humas dan Dirreskrimum Kompak Membantah

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto. (Foto: Dok. Humas Polda Sumbar)
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto. (Foto: Dok. Humas Polda Sumbar)

HALONUSA.COM – Polisi membantah memeriksa Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Andre Rosiade dalam kasus dugaan uang mahar yang melibatkan Iriadi Datuak Tumangguang dan Wakil Bupati (Wabup) Solok, Jon Firman Pandu.

Bahkan, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto dan Dirreskrimum, Kombes Sugeng Hariyadi kompak membantah telah memberikan pernyataan kepada awak media terkait informasi pemanggilan tersebut.

Bacaan Lainnya

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, pihaknya melalui penyidik Ditreskrimum telah menarik surat undangan klarifikasi untuk Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar tersebut.

“Kami sudah tarik undangan untuk beliau,” kata Satake Bayu beberapa waktu lalu.

Satake beralasan bahwa penyidik masih membutuhkan bahan dan keterangan tambahan serta sejumlah pihak lainnya.

“Jika sudah diperlukan baru akan dimintai untuk perkara tersebut,” katanya.

Satake bahkan menjelaskan bahwa pemanggilan Andre Rosiade adalah kapasitasnya sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar, bukan seperti yang diinformasikan oleh sejumlah media beberapa waktu lalu.

“Sampai saat sekarang kami tidak pernah menerbitkan surat pemanggilan terhadap beliau,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Tokoh Kabupaten Solok, Iriadi Datuak Tumangguang mengaku tertipu terkait dugaan pemberian mahar kepada Partai Gerindra sebesar Rp850 juta pada Pilkada 2020 lalu.

Saat itu, Iriadi menghubungi Jon Firman Pandu agar tujuannya dipermudah untuk menjadi Bupati Solok dari Partai Gerindra.

Pos terkait