Hentikan Ekspor Bahan Mentah, Presiden Joko Widodo: Tiga Strategi Ekonomi Indonesia

Hentikan Ekspor Bahan Mentah, Presiden Joko Widodo: Tiga Strategi Ekonomi Indonesia
Presiden Joko Widodo didampingi Seskab Pramono Anung pada Pembukaan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (26/08/2021). | BPMI Setpres/Rusman
HALONUSA.COM - Terdapat tiga strategi besar untuk ekonomi Indonesia, sebut Presiden RI Joko Widodo saat Pembukaan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, di Istana Negara, Kamis (26/8/2021).

Tiga strategi yang disampaikan Presiden Joko Widodo di hadapan para ekonom yakni, hilirisasi industri, digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta ekonomi hijau.

Sekaitan hilirisasi industri, sebut Presiden Joko Widodo, telah dimulai dengan menghentikan ekspor bahan mentah sejumlah komoditas.

Presiden Indonesia yang mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014 dengan tegas menyampaikan, kedepan ekspor bahan mentah, seperti kelapa sawit, nikel, bauksit, emas dan tembaga hingga turunan dapat berubah untuk ekspor setengah jadi.

Meski demikian alangkah eloknya bila dapat barang jadi, "Saya kira ekspor kita, ekspor besi baja kita dalam setengah tahun ini saja sudah berada di angka kurang lebih US$ 10,5 miliar," tutur Presiden Jokowi.

Jokowi menuturkan kalau saat ini sebanyak 15,5 juta UMKM telah masuk ke dalam platform digital dan lokapasar. Transformasi ini akan terus didorong agar makin banyak UMKM masuk ke dalam platform digital.

"Kita memiliki kurang lebih 60an juta UMKM yang semuanya akan kita dorong agar masuk ke platform-platform digital, baik yang berada di daerah, nasional, maupun agar bisa juga masuk ke platform-platform global," ujar Presiden Joko Widodo.

Sementara terkait ekonomi hijau, pemerintah bakal membangun Green Industrial Park. Berisi produk hijau dengan pemakaian energi menggunakan energi baru terbarukan, energi hijau.

Presiden RI Joko Widodo berharap, kedepan produk hijau yang dihasilkan dari ekonomi hijau akan menjadi sebuah kekuatan besar Indonesia.

"Kita tahu semuanya bahwa masa depan produk-produk hijau itu sangat-sangat menjajikan dan kita memiliki kesempatan yang besar dalam hal ini," terangnya.

Bicara dengan Undang-Undang Cipta Kerja, katanya pemerintah juga telah membuat sistem perizinan elektronik Online Single Submission (OSS) guna memberikan kemudahan dan kecepatan dalam hal perizinan bagi UMKM.

Artinya melalui OSS ini UMKM bisa membuat Nomor Induk Berusaha (NIB) di mana saja dengan waktu yang lebih cepat. Sehingga pelaku UMKM dapat mengakses modal bagi usaha mikro dan kecil.

Adapun program Meekar yang merupakan pinjaman bagi usaha mikro dan telah ada sejak tahun 2016. Saat ini, nasabah dari Program Meekar mencapai 10,8 juta nasabah melebihi nasabah Grameen Bank sekitar 6 juta nasabah.

"Ini sebuah lompatan yang sangat cepat sekali yang kita harapkan ini akan memberikan dampak kenaikan tingkat pada usaha-usaha mikro di Tanah Air," kata Presiden Joko Widodo. (*)

Berita Lainnya

Index