Hotman Paris Sebut Ada Kejanggalan dalam Kasus Teddy Minahasa

Hotman Paris Pengacara Irjen Teddy Minahasa (Foto: Instagram Hotman Paris)
Hotman Paris Pengacara Irjen Teddy Minahasa (Foto: Instagram Hotman Paris)

HALONUSA.COM – Pengacara Irjen Teddy Minahasa, Hotman Paris mengatakan bahwa barang bukti narkoba sebanyak 5 kilogram yang diamankan Polda Metro masih utuh.

“Ternyata barang bukti yang diduga untuk menjebak Anita itu ternyata masih utuh di Kejaksaan Negeri Bukittinggi,” katanya saat diwawancarai media, Senin 21 November 2022.

Hotman menyatakan bahwa hal tersebut menjadi tambahan dalam Berita Acara Penyelidikan (BAP) dari kliennya Irjen Teddy Minahasa.

Bacaan Lainnya

“Jadi ada pertanyaan, narkoba yang ditemukan di rumah Dodi dan Anita di Jakarta itu barang yang mana,” lanjutnya.

Menurutnya, kliennya baru mengetahui akhir-akhir ini terkait penangkapan tersebut banyak terjadi kejanggalan.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan Irjen Teddy Minahasa terancam hukuman Pemberhentian Secara Tidak Hormat (PTDH).

“Saya sudah perintahkan Kadiv Propam untuk memroses tentang pelanggaran etiknya yang memiliki ancaman hukuman maksimal PTDH,” katanya saat melakukan konferensi pers, Jumat 14 Oktober 2022.

Hal tersebut tidak hanya berlaku untuk Irjen Teddy Minahasa saja, tetapi untuk seluruh personel kepolisian yang diduga terlibat peredaran narkoba tersebut.

“Sementara untuk dugaan tindak pidananya, saya sudah perintahkan Kapolda Metro untuk memrosesnya tanpa pandang bulu,” lanjutnya.

Penangkapan Irjen Teddy Minahasa atas terduga kasus peredaran narkoba berawal dari pengungkapan kasus narkoba yang dilakukan oleh Polda Metro.

“Awalnya Polda Metro melakukan pengungkapan kasus peredaran gelap narkoba dan mengamankan tiga orang warga sipil,” kata Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo saat melakukan konferensi pers, Jumat 14 Oktober 2022.

Ia mengatakan, setelah itu Polda Metro langsung melakukan pengembangan kasus tersebut dan mendapati seorang personel kepolisian berpangkat Brigadir Kepala (Bripka).

“Setelah itu kembali dilakukan pengembangan dan didapati seorang persoel kepolisian berpangkat Kompol yang menjabat sebagai seorang Kapolsek,” lanjutnya.

Pos terkait