Inflasi Maret 2023 Meningkat, BPS Sebut Karena Komoditi Ini

Inflasi Maret 2023 Meningkat, BPS Sebut Karena Komoditi Ini
ilustrasi inflasi
HALONUSA.COM - Inflasi Maret 2023 tercatat meningkat dibanding bulan sebelumnya. Hal tersebut diungkapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setelah melakukan penghitungan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan bahwa sejumlah komoditas berkontribusi pada kenaikan angka inflasi tersebut. Di antaranya tarif angkutan udara, bensin, beras, cabai rawit, dan rokok kretek filter.

BPS juga menyampaikan bahwa inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada Maret 2023 sebesar 4,97 persen. Sedangkan inflasi dari Januari sampai Maret 2023 mencapai 0,68 persen.

Pudji menambahkan inflasi pada awal Ramadan 2023 yang jatuh Maret 2023 lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, dia mengingatkan potensi kenaikan harga sejumlah komoditas saat menjelang Idulfitri.

"Ada sejumlah komoditas yang harus diwaspadai karena meningkatnya permintaan sehingga harganya ikut naik," kata Pudji, Senin (3/4/2023). Misalnya tarif angkutan udara, daging sapi, daging ayam, telur ayam dan bawang merah.

Dari 90 kota yang dipantau BPS selama Maret 2023, sebanyak 65 kota mengalami kenaikan laju inflasi. Bahkan, 48 kota di antaranya tercatat di atas angka inflasi nasional.

Inflasi tertinggi terjadi di Kupang sebesar 1,3 persen. Sebagai pemicunya antara lain tarif angkutan udara, biaya kontrak rumah, daging babi, beras, kangkung, dan cabe merah.

Sedangkan deflasi terdalam terjadi di kota Bandung sebesar minus 1,5 persen. Penyumbang terbesarnya adalah tarif air minum PAM. (*)

Berita Lainnya

Index