Inflasi Sumbar Turun 0,59 Persen Bulan Oktober, Gubernur: Ini Karena Metode Sampling

ilustrasi inflasi
ilustrasi inflasi

HALONUSA.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan Inflasi pada bulan Oktober 2022 sudah mulai turun dibanding bulan sebelumnya.

Penurunan angka inflasi tersebut diketahui sebesar 0,59 persen dan saat ini berada pada angka 7,87 persen.

Meski mengalami penurunan, angka yang relatif masih cukup tinggi ini disebabkan oleh metode sampling yang dilakukan.

Bacaan Lainnya

“Inflasi di Sumatera Barat merupakan gabungan dari dua kota saja, yaitu Padang dan Bukittinggi. Dua kota ini memang termasuk tertinggi. tapi di Kabupaten Tanah Datar inflasi kita adalah salah satu yang terendah di Indonesia,” kata Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi.

Adapun faktor penyebab inflasi terbesar diterangkan Buya, Salah satunya berasal kenaikan biaya distribusi beras dan Ikan tongkol akibat kenaikan harga bbm. Sementara penurunan inflasi disebabkan oleh turunnya harga cabai merah, hijau dan rawit, serta telur dan ayam ras.

Menurut Buya, produksi beras di Sumatera Barat sebetulnya mengalami surplus, namun tingginya permintaan dari provinsi tetangga seperti Riau dan Kepri menjadi penyebab kenaikan harga.

“Petani kita cukup tersenyum sebetulnya, karena harga beras cukup tinggi dan mampu menyuplai kebutuhan beras di Provinsi Riau dan provinsi tetangga lainnya,” kata Buya lagi.

Meski begitu, Buya menjelaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus melakukan upaya-upaya penekanan laju inflasi. Diantaranya dengan bazar pasar murah di berbagai daerah, gerakan ketahanan dan ternak di desa dan nagari, menjaga kelancaran distribusi pangan, serta menjaga stok pangan daerah, khususnya beras. (*)

Pos terkait