Ini Strategi Bio Farma Tingkatkan Daya Saing Internasional

Direktur operasi PT Bio Farma, Rahman Roestan
Direktur operasi PT Bio Farma, Rahman Roestan

HALONUSA.COM – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bio Farma memiliki sebuah strategi untuk meningkatkan daya saing Internasional dalam hal medis.

Strategi yang saat ini dilakukan adalah dengan mematenkan hasil-hasil inovasi dari dalam maupun luar perusahaan.

Selain meningkatkan daya saing global, paten vaksin juga merupakan target Bio Farma untuk mencapai tujuan kemandirian vaksin nasional agar tidak lagi tergantung pada sektor impor terutama dalam hal penyediaan raw material.

Bacaan Lainnya

“Kita sering mendengar, industri farmasi di Indonesia seperti tukang jahit, bahan dan peralatan dari luar (negeri) padahal kita punya kemampuan menjadi desainer. Untuk meningkatkan kemampuan anak bangsa ini jadi PR kami ke depan agar Indonesia bisa mandiri di bidang kesehatan,” kata Direktur operasi PT Bio Farma, Rahman Roestan.

Soal inovasi, Bio Farma sangat mengutamakan ide-ide dari internal perusahaan yang sifatnya bottom up. Unit-unit kerja diberikan keleluasaan untuk mengajukan ide inovasi sekecil apapun yang nantinya akan diverifikasi oleh PT Bio Farma.

“Perusahaan akan memberikan arpesiasi kepada pemenang,” tuturnya

Ada tiga kategori ide dan inovasi yang diapresiasi oleh PT Bio Farma kepada pegawai yang memiliki ide inovasi dengan standar bisa memberikan keuntungan terhadap perusahaan baik berupa efisiensi atau pendapatan.

Kategori pertama adalah inisiatif. Dalam kategori ini perusahaan mendapatkan keuntungan berupa efisiensi dan pendapatan yang paling minimal.

Kedua adalah kategori kreatif. Dalam ketegori ini, ide yang dimanfaatkan memiliki potensi keuntungan terhadap perusahaan baik berupa efisiensi atau pendapatan menengah dan kategori terakhir adalah invensi. Dalam kategori ini biasanya sudah berupa penemuan baru yang orisinil dengan potensi memberikan keuntungan kepada perusahaan dengan nilai yang tinggi. Tentunya apresiasi yang diberikan kepada pemilik ide pun akan tinggi pula.

“Kami mendorong karyawan agar berani memberikan ide yang meyakinkan, ide yang memberikan penghematan atau tambahan revenue untuk perusahaan.Bukan hanya inovasi produk tapi inovasi dalam poses administrasi juga,” tuturnya.

Pos terkait